Pemerintah berikan sinyal rasio pajak tidak naik

JAKARTA: Pemerintah memberikan sinyal untuk tidak menaikkan rasio perpajakan (tax ratio) dalam dua tahun ke depan agar pelaku usaha tidak terlalu terbebani oleh kewajiban membayar pajak.Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan sejumlah stimulus perekonomian
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 15 September 2011  |  14:46 WIB

JAKARTA: Pemerintah memberikan sinyal untuk tidak menaikkan rasio perpajakan (tax ratio) dalam dua tahun ke depan agar pelaku usaha tidak terlalu terbebani oleh kewajiban membayar pajak.Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan sejumlah stimulus perekonomian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai yang ditargetkan.Kepala Badan Kebijakan FIskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang S. Brodjonegoro menuturkan di tengah kondisi  perekonomian global yang berfluktuasi, pemerintah berupaya menjaga agar perekonomian nasional tidak terguncang.“Menaikkan tax ratio sebesar 13% berat. Kalau rasio pajak dinaikkan, b eban pajak kepada perusahaan makin berat. Tidak bagus untuk perusahaan yang over tax. Mungkin dalam satu hingga dua tahun ke depan tidak akan menaikkan target tax ratio,” ujarnya hari ini.Menurut Bambang Brodjonegoro, saat ini pihaknya masih melihat berbagai kemungkinan untuk mengambil kebijakan  menahan kenaikan rasio perpajakan. Pemerintah pada 2012 mematok tax ratio sebesar 12,6% atau mengalami kenaikan dari yang dipatok tahun ini sebesar 12,2%.Penerimaan dari perpajakan menyumbang 79% dari total pendapatan negara, atau sebesar Rp1.019,3 triliun. Sementara itu, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dipatok Rp272,7 triliun, atau memberi kontribusi sekitar 21%.Dalam kesempatan itu, Bambang Brodjonegoro juga menyatakan bahwa pemberian stimulus ekonomi bisa diberikan dalam bentuk dana segar maupun kebijakan. “Yang jelas stimulus bisa digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Seperti apa bentuknya, kami belum memutuskan. Yang jelas kami sudah mengarah ke sana,” lanjut Bambang.(04/mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top