Garuda tidak tambah armada haji

CENGKARENG, Banten: Maskapai penerbangan Garuda Indonesia tidak akan menambah armada pesawat untuk mengangkut jemaah haji tahun ini meski Kementerian Agama akan menambah kuota sebanyak 10.000 jemaah dari sebelumnya 211.000 orang."Jika memang nanti
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 12 September 2011  |  21:16 WIB

CENGKARENG, Banten: Maskapai penerbangan Garuda Indonesia tidak akan menambah armada pesawat untuk mengangkut jemaah haji tahun ini meski Kementerian Agama akan menambah kuota sebanyak 10.000 jemaah dari sebelumnya 211.000 orang."Jika memang nanti sudah diputuskan tambahan kuota ini, kami belum akan menambah armada pesawat untuk mengangkut jamaah haji tahun ini," kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto di Cengkareng, Banten, Senin sore.Dia menambahkan tambahan kuota 10.000 jamaah akan dibagi dengan maskapai lainnya yakni Saudi Arabian Airlines. "Biasanya kita bagi rata berdua jika memang diputuskan jumlah tambahan kuota," tutur dia.Menurut dia, tambahan 5.000 jemaah tidak perlu tambah pesawat, hanya menambah frekuensi dari debarkasi (bandara keberangkatan).Garuda Indonesia, Pujobroto menjelaskan, menyiapkan 14 armada pesawatnya jenis Airbus 330, Boeing 767, dan Boeing 747, disesuaikan embarkasi atau bandara tempat mendarat. Pada tahun lalu, Garuda mengangkut 110.000 jamaah dari 9 embarkasi.  Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah Arab Saudi akan memberikan tambahan kuota untuk calon haji Indonesia. Keputusan itu tinggal menunggu proses penandatanganan nota diplomatik antarkedua negara.Kementerian Agama menyatakan setelah pembicaraan dengan pemerintah Arab Saudi, Indonesia akan mendapat kuota tambahan 10.000 dari sebelumnya 211.000. Tinggal menunggu ditandatangani nota diplomatik.Dari jatah itu, sebanyak 7.000 kursi akan diberikan untuk jamaah haji regular dan sisanya untuk jemaah haji khusus. Penambahan itu didasarkan atas pertimbangan jumlah penduduk Indonesia yang selalu bertambah setiap tahunnya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top