Beras ancam ekspektasi inflasi

JAKARTA: Pemerintah perlu lebih serius menangani kebijakan perberasan pada 2011. Pasalnya, beras yang menjadi faktor utama tingginya inflasi sepanjang tahun ini, diperkirakan masih akan menghantui inflasi tahun depan.Anggito Abimanyu, Dosen Fakultas
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  09:16 WIB

JAKARTA: Pemerintah perlu lebih serius menangani kebijakan perberasan pada 2011. Pasalnya, beras yang menjadi faktor utama tingginya inflasi sepanjang tahun ini, diperkirakan masih akan menghantui inflasi tahun depan.Anggito Abimanyu, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sekaligus mantan Kepala BKF Kementerian Keuangan mengatakan jika pemerintah tidak bisa mengurus beras di 2011, ekspektasi inflasi masih menjadi ancaman serius.Kalau pemerintah ngga bisa urus beras di 2011, ada ekspektasi inflasi karena pertama, produksi beras tidak mencapai target dan kedua, cadangan beras di Bulog kurang, katanya dalam diskusi bersama wartawan hari ini.Dia menjelaskan perlu ada upaya agar peningkatan produksi beras sesuai target 4,3% di 2011 melalui berbagai perbaikan penyediaan bibit dan pupuk, termasuk pupuk organik. Selain itu, pemerintah perlu menyiapkan cadangan beras Bulog hingga 2 juta ton dengan menambah dana melalui APBN untuk dapat mengoptimalisasikan fungsi Bulog dalam menstabilkan harga.Stok beras Bulog pada tahun ini tercatat cukup rendah yakni di kisaran 1 juta ton. Hal ini dapat memicu spekulasi dan akibat stok beras kurang, harga beras menjadi naik. Secara kumulatif, harga beras dari Januari hingga September 2010 saja sudah naik sebesar 15,2%. Kalau Bulog tidak punya stok, dia ngga bisa intervensi harga, katanya.Terakhir, Anggito mengusulkan perlu adanya perbaikan dalam penyaluran raskin termasuk fleksibilitas mekanisme dan penganggaran raskin sehingga tidak terjadi kekosongan penyaluran beras raskin.Beras elemen penting, kalau pemerintah bisa menangani beras dengan baik dan mekanisme penyaluran raskin sudah baik, maka sudah membantu inflasi, katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top