BSM siap hadapi kompetisi di segmen UKM

JAKARTA: Bank Syariah Mandiri (BSM) pada 2011 tetap fokus pada pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meski persaingan semakin kompetitif dengan meningkatnya jumlah perbankan yang turut membiayai sektor riil.
Muhammad Sarwani | 24 Desember 2010 08:08 WIB

JAKARTA: Bank Syariah Mandiri (BSM) pada 2011 tetap fokus pada pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meski persaingan semakin kompetitif dengan meningkatnya jumlah perbankan yang turut membiayai sektor riil.

Yuslam Fauzi, Direktur Utama BSM, mengatakan hampir semua perbankan saat ini melayani debitor UMKM, terutama usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu persaingan di antara perbankan dalam memberikan layanan pembiayaan sangat ketat.

Menghadapi semua persaingan itu menyikapinya dengan spirit positif. Selain itu masih banyak calon-calon debitor tetap setia dengan kami. Ungkap Yuslam Fauzi kepada wartawan pada acara gathering dengan media massa dan pelaku UMKM di Senayan, hari ini.

Pada periode 2011, dia memastikan masih akan banyak perbankan lain yang bermain dan mengikuti jejak langkah perbankan yang lebih dulu melakukan pelayanan atau pembiayaan terhadap pelaku UMKM.

Sebab, pasar bagi pembiayaan terhadap sektor riil memang masih sangat besar potensinya. Kemungkinan, kata Yuslam, pada tahun depan mungkin ada beberapa bank yang terkejut dengan besarnya permintaan pembiayaan.

Namun pada 2012 perbankan akan menemukan ekobriliumnya sehingga akan terjadi segmentasi pembiayaan. Bagi BSM, kompetisi itu bukan menjai persoalan pelik. Semakin banyak perbankan terjun ke UMKM, akan melahirkan sistematika suplay dan demand.

Logikanya, semakin banyak perbankan yang bermain ke sektor riil, akan menurunkan biaya operasional. Siapa yang bisa melakukan efisiensi, maka dialah yang bisa bertahan dan survive, tandas Yuslam Fauzi.

Portofolio pembiayaan yang dilakukan BSM terhadap UMKM hingga November 2010, tercatat sebesar 68,97% atau senilai Rp15,72 triliun. Adapun sisanya sebesar 31,03% atau senilai Rp7,07 triliun disalurkan ke sektor korporasi.

Pembiayaan ini jauh meningkat dibandingkan pada periode 2005, karena posisi pembiayaan terhadap UMKM hanya sebesar Rp2,21 triliun atau sekitar 37,84% dari total pembiayaan yang dilakukan BSM,

Peningkatan lainnya yang diraih BSM dalam peningkatan outlet. Hingga 23 Desember 2010, jumlahnya mencapai 510 demean komposisi 108 kantor cabang, 237 kantor cabang pembantu, 32 kantor kas, 52 outlet layanan syariah, 44 payment point, 13 kas keliling, dan 4 gerai online. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top