Semen Bosowa pacu produksi bidik pasar global

JAKARTA: Pendiri Bosowa Corporation Aksa Mahmud berharap Semen Bosowa di bawah bendera Bosowa Corporation tidak hanya merajai pasaran di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
News Editor | 24 Desember 2010 08:25 WIB

JAKARTA: Pendiri Bosowa Corporation Aksa Mahmud berharap Semen Bosowa di bawah bendera Bosowa Corporation tidak hanya merajai pasaran di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Persaingan tersebut sesuai dengan visi Bosowa untuk mampu menembus level internasional."Kami akan fokuskan ke peningkatan produksi semen, dari yang semula hanya 2 juta ton menjadi 4 juta ton tahun depan. Ini salah satu cara kami menembus pasar internasional," ujarnya, saat ditemui Bisnis seusai acara penyerahan donasi Jamaah Masjid Agung Sunda Kelapa, hari ini.Bahkan, Aksa berharap pada 2012 nanti total kapasitas produksi Semen Bosowa akan mencapai 5 juta ton, dengan 1,4 juta ton di antaranya merupakan kapasitas produksi dari Semen Bosowa Batam.Tingginya biaya bongkar muat yang ada di wilayah Indonesia turut menjadi perhatian Aksa. Menurut dia, salah satu kelemahan di sektor pelabuhan saat ini adalah biaya bongkar muat yang cukup tinggi tersebut.Bahkan, Wakil Ketua MPR RI ini berpendapat jika masalah itu menjadi salah satu penyebab harga beberapa komoditas tidak pernah stabil, termasuk semen."Alhamdullilah, setelah Packing Plant Semen Bosowa Kendari difungsikan, kami garansi harga semen akan stabil dan Sultra tidak akan pernah kekurangan stok semen," kata Aksa yang mendirikan Bosowa pada 1978.Investasi awal pembangunan Packing Plant Semen Bosowa yang berada di Kelurahan Kasilampe Kendari ini sedikitnya menelan anggaran Rp50 miliar.Ketika ditanya mengenai rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), dia mengatakan penawaran umum perdana saham PT Semen Bosowa kepada publik akan dilakukan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi Semen Bosowa tahun depan.Peningkatan kapasitas produksi Semen Bosowa, kata Aksa, merupakan salah satu rencana bisnis perusahaannya tahun depan. Menurut dia, pada tahun depan Semen Bosowa akan menambah kapasitas produksi 1,6 juta ton dari 2 juta ton tahun ini."Semua produksi Semen Bosowa masih diserap pasar dalam negeri, dan penyerapan terbesar masih di wilayah Timur Indonesia," jelasnya.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top