Bisnis.com, JAKARTA — Holding BUMN Pangan ID Food memastikan harga pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga daging sapi tidak akan melampaui harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) saat perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2025.
Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto mengatakan perusahaan mengelola 10 komoditas untuk program cadangan pangan pemerintah (CPP), mulai dari gula, daging sapi, daging kerbau, minyak goreng, daging ayam, telur, ikan, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Stabilisasi pasokan pangan seperti gula mencapai 350.000 ton dan 55.300 impor daging lembu berupa sapi dan kerbau sepanjang Ramadan dan Idulfitri 2025. Serta, pendistribusian minyak goreng kemasan sebanyak 110 juta liter.
Di samping itu, jika mengacu stok pantauan yang dilakukan ID Food dengan peternak dan petelur, per 26 Februari 2025, stok ayam mencapai 7.695 ton dan stok telur ayam sebanyak 1.367 ton.
Adapun, berdasarkan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pangan pada 19 Februari 2025, ID Food mendapatkan penugasan pengadaan 20.000 kilo liter Minyakita, 7.000 ton gula konsumsi, dan 19.000 ton daging kerbau beku melalui operasi pasar.
Selain ID Food, Sis menyampaikan Perum Bulog juga mendapatkan penugasan pengadaan sebanyak 50.000 kilo liter Minyakita dan 100.000 ton beras di zona 2 dan zona 3. Perkebunan Nusantara (PTPN) juga mendapatkan penugasan pengadaan sebanyak 43.000 ton gula konsumsi.
Baca Juga
“Harapannya para pedagang bisa menjaga, jangan sampai mengambil kesempatan. Tapi kalau mengambil kesempatan, kami banyak stok, jadi nggak usah khawatir,” kata Sis dalam konferensi pers Ketersediaan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Idulfitri di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Adapun, operasi pasar berlangsung sejak 24 Februari—29 Maret 2025 atau H-3 Idulfitri 2025 yang tersebar di 4.500 titik Kantor Pos Indonesia.
Selama operasi pasar, Sis menegaskan bahwa harga komoditas pangan berada di bawah HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Rinciannya, harga Minyakita dibanderol Rp14.700 per liter, gula konsumsi senilai Rp15.000 per kilogram, bawang putih senilai Rp32.000 per kilogram, daging kerbau beku senilai Rp75.000 per kilogram, serta harga beras SPHP di zona 2 dan zona 3 masing-masing Rp12.300 per kilogram dan Rp12.600 per kilogram.
“Kami sebagai Holding BUMN mendukung ketersediaan pangan dan harga yang sesuai ditetapkan pemerintah. Jangan sampai ada yang terjadi melampaui di atas HET, ini imbauannya,” pungkasnya.