Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merak-Bakauheni Macet Parah, DPR Minta Kemenhub-ASDP Evaluasi

Komisi V DPR meminta Kemenhub dan ASDP untuk evaluasi manajemen penyeberangan di Merak-Bakauheni selama mudik Lebaran.
Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak, Banten tampak macet hingga sekitar 10 kilometer pada Sabtu (6/4/2024) pagi atau H-4 Lebaran. Sebelum Pintu Tol Merak, kendaraan sudah sulit melaju. JIBI-Bisnis/Surya Dua Artha Simanjuntak.
Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak, Banten tampak macet hingga sekitar 10 kilometer pada Sabtu (6/4/2024) pagi atau H-4 Lebaran. Sebelum Pintu Tol Merak, kendaraan sudah sulit melaju. JIBI-Bisnis/Surya Dua Artha Simanjuntak.

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah dan operator untuk menambah infrastruktur pendukung serta memperbaiki manajemen penyeberangan di Merak-Bakauheni yang masih terkendala pada arus mudik Lebaran tahun ini.

Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PKS Suryadi Jaya Purnama mengatakan, salah satu hal yang menjadi sorotan anggota Dewan adalah kemacetan Parah pada lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni.

Jalan menuju Pelabuhan Merak, Banten sempat mengalami kemacetan hingga belasan kilometer selama 5-12 jam karena banyaknya kendaraan atau masyarakat yang belum memiliki tiket kapal feri, tapi tetap datang ke pelabuhan.

Suryadi menuturkan, salah satu penyebab kemacetan ini adalah infrastruktur dermaga yang tidak mencukupi, sehingga olah gerak kapal feri amat terbatas.

"Jumlah dermaga yang masih kurang, yaitu masing-masing 7 dermaga saat ini harus segera ditambah," kata Suryadi dalam keterangan resminya, Selasa (16/4/2024). 

Suryadi juga mengapresiasi upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berencana menambah lebih dari 1.000 kapal untuk mengantisipasi kepadatan dermaga. Di sisi lain, Suryadi menyarankan sebaiknya penambahan kapal juga dibarengi dengan perbaikan manajemen atau pengelolaannya.

Suryadi mengatakan, saat ini, pengelolaan dermaga di Merak-Bakauheni sekaligus kapal penyeberangan atau operator feri dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dia mengatakan, jika ASDP tidak dapat mengelola keduanya, dampaknya akan sangat besar karena berada di tangan yang sama.

Di sisi lain, dia mengatakan lintasan penyeberangan dan kapal-kapal penyeberangan yang melayaninya berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Namun, urusan kapal berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Oleh karena itu, selain penambahan dermaga dan kapal, dia juga mendorong perbaikan manajemen lalu lintas penyeberangan di Merak-Bakaheuni dan juga pelabuhan lainnya yang dikelola ASDP seperti Ketapang serta Gilimanuk secara menyeluruh.

Selain itu, Suryadi juga meminta Kemenhub serta ASDP untuk mengevaluasi penggunaan aplikasi Ferizy dalam pembelian tiket penyeberangan.

Dia menuturkan, ASDP sudah mewajibkan pengguna jasa membeli tiket secara daring via aplikasi Ferizy dengan radius maksimal 4,7 km dari Pelabuhan Merak dan sudah bertiket maksimal H-1 keberangkatan demi menghindari terjadinya antrean kendaraan dan penjualan tiket oleh calo.

"Namun di lapangan, masih banyak ditemukan para calon penumpang masih membeli tiket di Pelabuhan Merak dari agen-agen penjualan," ujarnya.

Menurutnya, rating aplikasi Ferizy yang hanya 2,5 bintang dan ulasan-ulasan buruk di Google Play Store dapat menjadi bahan evaluasi tersebut.

Dia menuturkan, kuota pemesanan tiket yang begitu cepat habis, kemungkinan besar sudah diborong oleh calo yang kemudian menawarkannya di sekitar pelabuhan; ada yang hilang uangnya setelah melakukan pembayaran; dan masih banyak lagi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper