Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2% pada 2024, AMRO Ingatkan Risiko Ini

AMRO memproyeksi ekonomi Indonesia bakal tumbuh 5,2% pada 2024. Namun, ada risiko yang perlu diwaspadai.
Gedung-gedung di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta pada Kamis (15/2/2024). - Bloomberg/Muhammad Fadli
Gedung-gedung di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta pada Kamis (15/2/2024). - Bloomberg/Muhammad Fadli

Bisnis.com, JAKARTA – ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menguat dan tumbuh sebesar 5,2% pada 2024.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 yang sebesar 5,05%.

Menurut AMRO, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 akan didukung oleh permintaan domestik yang kuat, tercermin dari kepercayaan konsumen yang kuat, dorongan dari pengeluaran terkait Pemilu, dan pembangunan proyek strategis nasional, termasuk ibu kota baru.

“Pemulihan permintaan eksternal secara bertahap juga diperkirakan akan mendukung pertumbuhan,” tulis AMRO dalam Laporan Konsultasi Tahunan 2023 yang diterbitkan Selasa (2/4/2024).

AMRO menilai respons bauran kebijakan bank sentral yang konsisten dan koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah telah berhasil menahan inflasi umum di kisaran target 2%-4% pada 2023. 

Implementasi berkelanjutan dari kebijakan sisi penawaran dan permintaan selanjutnya diharapkan dapat menjaga inflasi pada target yang lebih rendah yaitu 1,5%-3,5% pada 2024.

AMRO berpendapat, dengan permintaan domestik yang menopang pertumbuhan ekonomi yang solid, prospek jangka pendek Indonesia masih menghadapi tantangan eksternal yang sedang berlangsung. 

Perlambatan tajam di negara-negara mitra dagang utama, terutama China, dinilai dapat menahan pemulihan ekspor Indonesia. Risiko lonjakan harga pangan dan energi global masih tetap signifikan akibat cuaca El Nino dan ketegangan geopolitik.

Meski risiko telah membaik dengan berakhirnya kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, diperkirakan masih akan mengalami volatilitas arus modal jika kebijakan moneter AS yang ketat berkepanjangan. 

Lebih lanjut, AMRO menilai bahwa Indonesia menghadapi tantangan struktural dalam upayanya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan memastikan transisi yang mulus menuju ekonomi hijau.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper