Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pangsa Pasar Alkes Dalam Negeri Disebut Sentuh US$2,2 Miliar per Tahun

Prospek industri alkes masih sangat menjanjikan dengan nilai pangsa pasar alkes produksi dalam negeri berkisar US$2,2 miliar per tahun.
ilustrasi alat medis untuk memantau kesehatan di rumah/PinkVilla
ilustrasi alat medis untuk memantau kesehatan di rumah/PinkVilla

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) menilai prospek industri alat kesehatan (Alkses) Tanah Air cukup potensial dengan nilai pangsa pasar mencapai US$2,2 miliar per tahun.

Ketua I ASPAKI Erwin Hermanto mengatakan pangsa pasar alat kesehatan Tanah Air sangat besar. Asosiasi akan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki industri saat ini untuk menjaring potensi penyediaan alkes dalam negeri.  

"Kami di ASPAKI siap mendukung penuh segala upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia terutama dari sisi penyediaan alat kesehatan," kata Erwin, Selasa (5/3/2024). 

Dia menjelaskan bahwa prospek industri alkes masih sangat menjanjikan. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 275 juta dan pangsa pasar alkes produksi dalam negeri berkisar US$2,2 miliar per tahun. 

Di sisi lain, belanja kesehatan terhadap Gross Domestic Bruto (GDP) tercatat sekitar 3%, padahal standar yang ditetapkan WHO sebesar 9%. Artinya, prospek pasar alkes di dalam negeri sangat besar.

"Kami mendukung semangat Menteri Budi Gunadi untuk membuat ekosistem di sektor layanan kesehatan yang lebih transparan. Perihal supply chain Alkes di Indonesia memang saat ini terlalu berlapis-lapis," ungkapnya. 

Dalam hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta ASPAKI untuk memaksimalkan produksi dan meningkatkan kegiatan research and development (R&D). Dia berharap ASPAKI menjadi pelopor untuk kemajuan industri kesehatan. 

Adapun, salah satu cara yang bisa dilakukan yakni drngan menekan impor alkes dengan melakukan substitusi produk dalam negeri.

"Saya harap industri kita bisa menyuplai minimal 50% kebutuhan alkes. Untuk bisa menjustifikasi penguasaan industri dalam negeri, kita bisa amankan dengan memproduksi produk yang berkualitas," kata Budi. 

Di sisi lain, Budi juga meminta keterlibatan ASPAKI dan pelaku industri di sektor kesehatan dalam negeri untuk membantu meningkatkan pengawasan terkait layanan di Kemenkes yang belum optimal sehingga menghambat pergerakan industri. 

Para pelaku industri di sektor kesehatan juga didorong untuk meningkatkan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dalam setiap inovasi produk alkes yang diproduksi. 

"Mari kita bikin roadmap-nya bersama-sama, apa yang bisa kita lakukan untuk fokus membangun industri manufaktur kesehatan. Kami minta bapak/ibu semuanya untuk bisa menaikkan TKDN," pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper