Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Neraca Perdagangan RI Januari 2024 Surplus US$2,02 Miliar, Rekor 45 Bulan Beruntun

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia per Januari 2024 surplus sebesar US$2,02 miliar.
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$2,02 miliar pada Januari 2024. Surplus neraca perdagangan Indonesia tersebut merupakan capaian selama 45 bulan secara berturut-turut atau sejak Mei 2020. 

Plt. Kepala BPS Amalia A. Widyasanti mengatakan, nilai surplus neraca dagang Indonesia Januari 2024 menyusut US$1,27 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya atau Desember 2023, yaitu sebesar US$3,32 miliar.

“Surplus Januari 2024 ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/2/2024).

Secara tahunan, surplus neraca dagang pada Januari 2024 ini juga lebih rendah US$1,87 miliar bila dibandingkan dengan capaian pada Januari 2023.

Amalia memaparkan surplus neraca perdagangan Januari 2024 ditopang surplus komoditas nonmigas senilai US$3,32 miliar dengan komoditas penyumbang utama, yakni bahan bakar mineral HS 27, lemak dan minyak hewani/nabati HS 15, besi dan baja HS 72.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas defisit US$1,30 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Adapun, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari 2024 mencapai senilai US$20,52 miliar, anjlok sebesar 8,06% dari Desember 2023 atau secara bulanan (month-to-month/mtm).

Penurunan yang terjadi sejalan dengan turunnya ekspor migas senilai US$1,39 miliar atau 5,49% (mtm). Sementara itu, nilai ekspor nonmigas turun lebih dalam hingga 8,54% dengan penurunan nilai mencapai Rp19,13 miliar dari capaian Desember 2023.

“Penurunan nilai ekspor Januari didorong oleh penurunan ekspor nonmigas terutama pada kelompok bahan bakar mineral HS 27 dengan andil penurunan 3,85%,” ungkapnya Amalia.

Amalia menjelaskan, selain dari komoditas HS 27, penurunan ekspor juga didorong oleh kinerja bijih logam, terak, dan abu (HS26) dengan andil penurunan sebesar 2,21% (mtm). Komoditas HS 71, yakni logam mulia dan perhiasan permata memberikan andil penurunan sebesaar 1,49%.

Sementara itu, nilai impor Indonesia Januari 2024 tercatat mencapai US$18,51 miliar atau turun 3,13% dibandingkan Desember 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper