Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Irak Larang 8 Bank Transaksi Pakai Dolar AS, Kenapa?

Irak melarang 8 bank dalam negeri melakukan transaksi menggunakan dolar AS untuk mengurangi penipuan, pencucian uang, dan penggunaan ilegal mata lainnya.
Kantor pusat Bank Sentral Irak di Baghdad, Irak/Reuters
Kantor pusat Bank Sentral Irak di Baghdad, Irak/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Irak melarang 8 bank komersial dalam negeri melakukan transaksi dengan mata uang dolar AS. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penipuan, pencucian uang, dan penggunaan ilegal mata uang AS lainnya.

Melansir Reuters, Senin (5/2/2024), bank-bank tersebut dilarang mengakses lelang dolar harian bank sentral Irak, yang merupakan sumber utama mata uang di Iran yang telah menjadi titik fokus tindakan keras AS terhadap penyelundupan mata uang ke negara tetangganya, Iran.

Sebagai sekutu langka Amerika Serikat dan Iran dengan lebih dari US$100 miliar cadangan devisa yang disimpan di AS, Irak sangat bergantung pada niat baik AS untuk memastikan bahwa aksesnya ke pendapatan minyak dan keuangan tidak diblokir.

Sebuah dokumen bank sentral yang diverifikasi oleh seorang pejabat di bank tersebut mencantumkan daftar bank-bank yang dilarang.

Adapun 8 bank tersebut antara laiun Ahsur International Bank for Investment; Investment Bank of Iraq; Union Bank of Iraq; Kurdistan International Islamic Bank for Investment and Development; Al Huda Bank; Al Janoob Islamic Bank for Investment and Finance; Arabia Islamic Bank, dan Hammurabi Commercial Bank.

Kepala asosiasi bank swasta Irak, yang mewakili bank-bank yang terlibat, serta Ashur dan Hammurabi belum menanggapi permintaan komentar.

"Kami memuji langkah-langkah berkelanjutan yang diambil oleh Bank Sentral Irak untuk melindungi sistem keuangan Irak dari penyalahgunaan, yang telah menyebabkan bank-bank Irak yang sah mencapai konektivitas internasional melalui hubungan perbankan koresponden," ungkap salah seorang juru bicara Departemen Keuangan Irak.

Pada Juli 2023, Irak melarang 14 bank untuk melakukan transaksi dolar sebagai bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap penyelundupan dolar ke Iran melalui sistem perbankan Irak. Keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan dari AS.

Bank-bank yang dilarang melakukan transaksi dalam dolar diizinkan untuk terus beroperasi dan diperbolehkan untuk melakukan transaksi dalam mata uang lain, kata bank sentral.

Pelarangan ini dilakukan setelah pejabat tinggi Departemen Keuangan AS Brian Nelson pekan lalu bertemu dengan pejabat tinggi Irak di Baghdad. Nelson mendiskusikan upaya melindungi sistem keuangan Irak dan internasional dari para pelaku kriminal, korup, dan teroris.

Departemen Keuangan mengumumkan tindakan terhadap Bank Al-Huda selama kunjungan tersebut, dengan mengatakan bahwa bank ini terlibat dalam pengalihan miliaran dolar AS kepada kelompok-kelompok yang didukung Iran.

Seorang pejabat senior Departemen Keuangan mengatakan kepada Reuters bahwa AS mengharapkan Irak berbuat lebih banyak untuk membantu melawan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran yang beroperasi di luar Irak setelah pembunuhan tiga tentara AS yang disalahkan kepada faksi-faksi garis keras Irak.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper