Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Analisis Neraca Perdagangan Indonesia, Diramal Surplus 44 Bulan Beruntun

Analisis neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2023 kembali surplus, posisi ini sekaligus mempertahankan capaian 44 bulan beruntun atau 3 tahun 8 bulan.
Suasana bongkar muat kapal kontainer di Terminal Multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Kamis (27/12). Ekonom memperkirakan Indonesia akan mengalami surplus neraca perdagangan pada 2023./Bisnis-Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat kapal kontainer di Terminal Multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Kamis (27/12). Ekonom memperkirakan Indonesia akan mengalami surplus neraca perdagangan pada 2023./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data neraca perdagangan, ekspor, dan impor Indonesia Desember 2023 pada siang ini, Senin (15/1/2024).

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, analis memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan surplus pada Desember 2023 secara rata-rata mencapai US$1,59 miliar, dengan estimasi atas sebesar US$2,19 miliar dan estimasi bawah sebesar US$3 juta.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 akan mencapai US$2 miliar, lebih rendah dari surplus pada November 2023 sebesar US$2,4 miliar.

“Meskipun harga komoditas relatif stabil pada Desember 2023, terutama komoditas ekspor utama seperti batu bara dan CPO, PMI manufaktur mitra dagang utama Indonesia menunjukkan penurunan, mengindikasikan perlambatan permintaan global,” katanya kepada Bisnis, Minggu (14/1/2024).

Josua menjelaskan, ekspor pada Desember 2023 diperkirakan turun sebesar 7,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), membaik dari kontraksi bulan sebelumnya -8,56% yoy.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh permintaan global yang cenderung melemah meski ada kenaikan harga batu bara karena peningkatan permintaan musiman selama musim dingin dan harga CPO yang relatif stabil, dipengaruhi oleh dampak El Nino di sisi pasokan.

Selain itu, PMI manufaktur di Amerika Serikat dan China terus melemah pada Desember-23, dengan indeks keduanya yang tercatat di bawah 50.

Di sisi lain, Josua memperkirakan impor pada Desember 2023 tumbuh sebesar 0,74% yoy, melambat dari 3,29% yoy pada November 2023. Dia menyampaikan, permintaan domestik di dalam negeri terus menguat, terindikasi dari PMI Manufaktur Indonesia meningkat dari 51,7 pada November 2023 menjadi 52,2 pada Desember 2023. 

Peningkatan PMI Manufaktur pada Desember ini pun merupakan yang tertinggi sejak September 2023, dengan pertumbuhan produksi mencapai puncak dalam empat bulan dan pesanan baru mengalami kenaikan paling signifikan sejak September 2023.

Secara total, Josua memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan mencatatkan surplus sebesar US$35,63 miliar sepanjang 2023. Namun demikian, surplus tersebut lebih rendah dibandingkan dengan capaian surplus perdagangan pada 2022 yang sebesar US$54,46 miliar.

Proyeksi Surplus Neraca Perdaganan Indonesia

Economist

Firm

Estimate (US$ million)

Mika Martumpal

Bank Cimb Niaga Tbk PT

1970

Fakhrul Fulvian

Trimegah Securities

500

Josua Pardede

PT Bank Permata Tbk

2004

Juniman Juniman

PT Bank Maybank Indonesia Tbk

2189

Suryaputra Wijaksana

PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk

1748

Wisnu Wardana

Bank Danamon PT

2195

David E Sumual

Bank Central Asia Tbk PT

1572

Rully Arya Wisnubroto

Pt Mirae Asset Sekuritas Indonesia

1950

Bank Mandiri Persero Tbk PT

1830

Renno Prawira

PT Ciptadana Sekuritas Asia

1548

Lavanya Venkateswaran

Oversea-Chinese Banking Corp Limited

2000

Bank Negara Indonesia Persero Tbk

2099

Brian Tan

Barclays Bank PLC

1567

Fikri C Permana

KB Valbury Sekuritas

3

Miguel Chanco

Pantheon Macroeconomics Ltd

2000

Euben Paracuelles

Nomura Singapore Limited

1271

Krystal Tan

Australia & New Zealand Banking Grp.

300

Helmi Arman

Citigroup Securities Indonesia

1700

Aldian Taloputra

Standard Chartered Bank

1884

Kinerja ekspor sepanjang tahun 2023 diperkirakan terkontraksi sebesar 11,48%yoy, dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekspor pada 2022 yang tercatat 26,05%yoy.

Pada periode yang sama, kontraksi kinerja impor diperkirakan akan lebih rendah daripada ekspor, yaitu sebesar -6,35%. Pada 2022, kinerja impor mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,03%.

Sementara itu, Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan neraca Perdagangan Indonesia pada Desember 2023 akan mencatatkan surplus sebesar US$3,4 miliar. 

Dia memproyeksikan nilai ekspor Indonesia pada Desember 2023 akan tumbuh pada kisaran 5%-4% dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan sebelumnya sebesar US$22 miliar.

Peningkatan ekspor diperkirakan terjadi pada ekspor komoditas utama, seperti batu bara yang didorong oleh kenaikan harga karena efek musim dingin. 

“Selain itu, PMI komposit Amerika Serikat dan China, sebagai mitra dagang utama Indonesia juga mengalami kenaikan, sehingga berpotensi turut mendorong ekspor komoditas utama Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Banjaran memperkirakan kinerja impor Indonesia pada Desember 2023 tetap kuat dengan nilai mencapai US$19,6 miliar.

Kondisi ini kata dia terutama didorong impor nonmigas sejalan dengan PMI dan indeks keyakinan konsumen domestik yang tetap kuat pada Desember 2023.

Lebih lanjut, impor yang tetap kuat pada Desember 2023 juga dipengaruhi oleh adanya potensi kenaikan permintaan yang bertepatan dengan periode libur Natal dan tahun baru.

Proyeksi Transaksi Berjalan

Transaksi berjalan (current account) Indonesia diperkirakan mengalami defisit dengan nilai relatif kecil seiring dengan tren surplus neraca perdagangan yang berlanjut hingga akhir 2023.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper