Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pilpres 2024 Satu Putaran, Hipmi: Negara Bisa Hemat Rp27 Triliun

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai Pilpres 2024 satu putaran bisa membuat negara hemat anggaran hingga Rp27 triliun.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Akbar Buchari di Rakernas XVIII HIPMI Tahun 2023, di ICE BSD Tangerang, Kamis (31/8/2023)./Istimewa
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Akbar Buchari di Rakernas XVIII HIPMI Tahun 2023, di ICE BSD Tangerang, Kamis (31/8/2023)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai apabila Pilpres 2024 hanya satu putaran, maka negara bisa hemat anggaran hingga Rp27 triliun dan menjaga stabilitas ekonomi hingga investasi.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Akbar Himawan Buchari menilai Pilpres satu putaran lebih baik bagi ekonomi. Stabilitas politik akan membuat investor kembali menginvestasikan uangnya.

"Jika ditotal, negara bisa hemat sekitar Rp27 triliun," katanya dalam siaran pers, Sabtu (6/1/2024).

Dia menjelaskan penghematan anggaran tersebut terdiri dari sebanyak Rp17 triliun untuk kebutuhan KPU menggelar Pilpres putaran kedua, dan Rp10 triliun untuk keamanan dan lainnya.

Menurutnya, anggaran tersebut lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti bansos yang langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Akbar berpendapat makin cepat presiden dan wakil presiden terpilih, maka stabilitas ekonomi akan cepat terjaga. Terlebih, stabilitas politik sangat penting untuk menjaga iklim usaha yang baik.

Saat ini, lanjutnya, baik pengusaha dalam dan luar negeri masih menunggu sambil mencermati dinamika Pilpres yang berlangsung.

"Makin cepat mengetahui siapa presiden dan wakil presiden terpilih, makin cepat juga berakhirnya wait and see yang dilakukan pengusaha," tuturnya.

Akbar menyebut saat ini investor asing tengah memarkirkan uangnya di luar negeri, baik disimpan, atau sudah digelontorkan ke negara lain. Artinya, ada potential loss atau risiko timbulnya kerugian yang terjadi.

Lagipula, kepastian mengenai sosok presiden baru sangat baik untuk investasi di dalam negeri. Hal ini akan membuat investor yakin masuk ke Indonesia, terutama untuk investor sektor riil dan Foreign Direct Investment.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper