Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPS: Jumlah Perjalanan Wisatawan Domestik 2023 Lampaui Kondisi Prapandemi

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada November 2023 sebanyak 60,33 juta perjalanan.
Wisatawan berfoto di Tanah Lot, Bali pada Desember 2022. - Bloomberg/Nyimas Laula
Wisatawan berfoto di Tanah Lot, Bali pada Desember 2022. - Bloomberg/Nyimas Laula

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada November 2023 sebanyak 60,33 juta perjalanan. Angka itu turun dibandingkan jumlah perjalanan pada Oktober 2023 sebanyak 62,07 juta perjalanan.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara kumulatif, total perjalanan wisnus pada periode Januari - November 2023 sebanyak 749,1 juta orang. Dia menyebut perjalanan wisnus pada periode tersebut meningkat 11,99% (yoy) menjadi yang tertinggi sejak 5 tahun terakhir sejak 2019.

"Dan ini sudah lebih tinggi 14,84% dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 selama periode Januari - November 2019 sebanyak 652,3 juta perjalanan," ujar Amalia, Selasa (2/1/2024).

Sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada November 2023 sebanyak 917.410 kunjungan atau turun 6,24% secara bulanan (mtm). Secara kumulatif sampai dengan November 2023, jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air mencapai 10,4 juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisman hingga November 2023 meningkat 110,86% (yoy) dibandingkan pada periode yang sama di 2022 sebesar 4,93 juta kunjungan.

"Jumlah kunjungan wisman hingga November 2023 sudah lebih tinggi dibandingkan jumlah kunjungan wisman sepanjang 2022 lalu, namun masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama di 2019 atau sebelum pandemi mencapai 14,7 juta kunjungan," kata Amalia

Adapun tingkat penghunian kamar (TPK) pada November 2023 tercatat mencapai 56,72%. Amalia menyebut angka itu naik 3,7% secara month-to-month (mtm) dan naik 2,31% secara year-on-year (yoy). TPK klasifikasi bintang tertinggi tercatat terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 68,07%. 

"Peningkatan okupansi hotel di Kalsel itu didorong oleh event [acara] balap motor, Japan Matsuri, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional ke-28 dan kegiatan meeting oleh instansi pemerintah maupun swasta," ungkapnya.

Sementara itu, rata-rata lama menginap pada hotel klasifikasi bintang di November 2023 selama 1,63 hari, turun 0,06% (yoy).

Amalia menambahkan, TKP pada hotel berbintang secara umum lebih tinggi dibandingkan TPK hotel non-bintang. Adapun provinsi yang memiliki TPK hotel berbintang tertinggi pada November 2023 antara lain, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Yogyakarta.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper