Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenkeu Optimistis Realisasi Belanja APBN 95% di 2023 Bisa Tercapai

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara optimistis bahwa realisasi penyerapan anggaran APBN 2023 di angka 95% dapat tercapai.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks Parlemen, Rabu (31/8/2022)./Bisnis-Ni Luh Anggela
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks Parlemen, Rabu (31/8/2022)./Bisnis-Ni Luh Anggela

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara optimistis bahwa realisasi penyerapan anggaran APBN 2023 di angka 95% dapat tercapai.

Menurutnya, arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendesak seluruh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah agar merealisasi persentase tersebut masih dapat untuk direalisasikan.

“Kami melihat bahwa itu masih sangat dimungkinkan jika kita memanfaatkan seluruh 2-3 minggu ke depan secara optimal,” ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (11/12/2023).

Terkait dengan 2024, dia melanjutkan bahwa Presiden Ke-7 RI itu juga menekankan pentingnya melihat stabilisasi harga dan memastikan kesiapan memasuki 2024 dalam pelaksanaan APBN.

“Kepada Kementerian/Lembaga juga diarahkan supaya bisa mulai melaksanakan APBN seawal mungkin sedini mungkin sejak bulan Januari,” katanya.

Dia melanjutkan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang membahas kondisi perekonomian terkini dan persiapan Natal tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 itu juga terdapat arahan mengenai penyaluran transfer ke daerah.

Suahasil mengatakan Kementerian Keuangan akan mempercepat pelaksanaannya pada akhir tahun ini.

“Estimasi kita akan ada transfer dan moga-moga nanti bisa melengkapi kesiapan pemda juga untuk memaksimalkan penyerapan anggaran pada 2023 sehingga mendapatkan efek maksimal kepada pertumbuhan ekonomi kita,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan kondisi ekonomi global dan negara maju, seperti Amerika Serikat yang sudah mulai ada moderasi dalam indikator ekonominya, baik dari sisi tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, maupun inflasi.

Di sisi lain, dia melanjutlan bahwa pertumbuhan ekonomi China masih lemah, tapi lebih baik dari estimasi beberapa bulan yang lalu. Sementara, pertumbuhan ekonomi Eropa masih cukup berat dan negatif.

“Moga-moga ini bisa segera selesai sehingga kita akan menutup tahun 2023. Estimasi Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi masih di sekitar angka 5,0 persen,” katanya.

Adapun inflasi Indonesia masih cukup terkendali di level 2,9 persen. Namun demikian, dia mengingatkan untuk memberi perhatian khusus pada inflasi harga pangan.

“Apalagi menuju akhir Desember dimana Natal dan tahun baru juga biasanya meningkatkan permintaan atas beberapa produk-produk pangan. Secara khusus, kita memperhatikan beberapa harga produk tadi telah dilaporkan juga kesiapan stok kita terkait dengan beras, jagung, dan komoditas-komoditas lainnya,” pungkas Suahasil.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper