Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Syarat Indonesia Jadi Negara Maju pada 2045 Menurut ADB

ADB menyebutkan Indonesia perlu mendorong tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari rata-rata sebelum pandemi Covid-19 untuk naik kelas menjadi negara maju.
Suasana gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Suasana gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, BADUNG – Asian Development Bank (ADB) menyatakan bahwa Indonesia perlu mendorong tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari rata-rata sebelum pandemi Covid-19 untuk bisa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Vice President of Asian Development Bank (ADB) Scott Morris menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia telah mengalami pemulihan yang tangguh, dari kontraksi 2,1% pada 2020 akibat pandemi Covid-19 menjadi 5,3% pada 2022.

Pada tahun ini dan 2024, ADB pun memperkirakan ekonomi Indonesia akan tetap mencatatkan pertumbuhan yang kuat, pada tingkat 5%.

“Ke depan, kami memproyeksikan ekonomi akan tumbuh sebesar 5% pada 2023 dan 2024,” katanya dalam acara 12th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED), Rabu (6/12/2023).

Namun demikian, Scott mengatakan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dinilai dapat menghambat pertumbuhan ekonomi secara global dan Indonesia kedepannya. 

Berbagai tantangan yang kompleks tersebut, di antaranya ketegangan geopolitik yang meningkat, tingkat suku bunga yang lebih tinggi, dan dampak dari perubahan iklim yang semakin cepat. 

Menurutnya, mengatasi masalah keberlanjutan merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia untuk mencapai status ekonomi berpenghasilan tinggi pada 2045. 

Pertumbuhan PDB harus melebihi rata-rata sebelum pandemi, yang juga harus didukung dengan rencana pembangunan jangka panjang 2025-2045. 

Kementerian Kementerian PPN/Bappenas pun memperkirakan bahwa PDB Indonesia perlu tumbuh rata-rata lebih dari 6% per tahun, jauh di atas rata-rata sebelum pandemi sebesar 5,3%.

Di sisi lain, Scott memperkirakan, dengan meningkatnya permintaan akan konsumsi yang lebih ramah lingkungan secara global, mungkin akan berdampak pada model pertumbuhan Indonesia di masa mendatang. 

“Ada juga peluang yang signifikan dalam lingkungan yang penuh tantangan ini. Reformasi struktural yang sedang berlangsung telah mendorong investasi dalam penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan iklim bisnis. Transisi energi global akan memacu peningkatan sumber daya primer seperti nikel, litium, dan energi terbarukan, sehingga menawarkan peluang yang sangat menjanjikan untuk mendorong potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Scott.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Maria Elena
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper