Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Strategi Blue Bird Jadi Perusahaan Berkelanjutan

Upaya Blue Bird berkontribusi lebih untuk masyarakat dan lingkungan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, BANDUNG - Perusahaan transportasi Bluebird komitmen untuk menurunkan emisi melalui Sustainability Strategy 50:30 sampai 2030 dengan berbagai program kampanye dan inisiatif.

Strategi tersebut dilakukan melalui 3 pilar yaitu Blue Sky, Blue Corp, Blue Life.

Tak hanya menjadi perusahaan moda transportasi taksi, perusahaan transportasi biru ini melangkah lebih lanjut untuk mengurangi emisi pada 2030. 

Blue Sky adalah di mana Blue Bird menciptakan lingkungan yang lebih baik. Blue Corp merupakan konsep Bluebird menjalankan perusahaan dengan patuh terhadap regulasi, dan sertifikasi dari berbagai sektor. Sedangkan, Blue Life adalah menerapkan kehidupan sosial yang lebih ramah lingkungan. 

Urfan Ridha, Kepala Pool Blue Bird Buah Batu dan Cimahi, Bandung, Jawa Barat menyebutkan sudah menjalankan 2 dari 3 pilar utama dalam strategi tersebut. 

Pertama adalah Blue Life dengan menggandeng perusahaan taksi lokal melalui program "Kawan Blue Bird". 

"Di Bandung ada taksi RinaRini. Dalam program ini Blue Bird ingin membantu para pengusaha taksi di Bandung dari sisi memajukan teknologi, dan ingin membantu perusahaan taksi yang terdampak Covid-19, agak bisa kembali bangkit dan beroperasi," jelasnya dalam Media Trip di Bandung, Selasa (5/12/2023). 

Kedua, Blue Sky, yang secara bertahap dilakukan dengan mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, terutama dari botol minum para pengemudi.

"Saat ini kami mengganti botol minum yang digunakan pengemudi dengna tumbler sehingga diharapkan ke depannya sudah tidak ada lagi pakai plastik sekali pakai," kata Urfan.

Blue Bird Bandung juga akan terus meningkatkan kontribusi keberlanjutan agar dapat memberikan kontribusi lebih banyak bagi masyarakat dan lingkungan. 

Historia Blue Bird

Blue Bird lahir dari tangan seorang perempuan bernama Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, atau akrab disapa Bu Djoko.

Dia mendirikan Blue Bird pada 1965, pertama kali di rumahnya, Jl. Cokroaminoto No.107, setelah ditinggal suaminya, Alm. Djokosoetono, meninggal dunia.

Bu Djoko memberi nama Bluebird, terinspirasi dari dongeng Eropa ‘Bird of Happiness’ atau Burung Pembawa Kebahagiaan. Kini perjalanan usaha Blue Bird, didukung oleh anak-anaknya sebagai petinggi perusahaan. 

Pada 1972, secara resmi Bluebird memiliki 25 armada dan mengaspal di Jakarta. Kini Blue Bird tak hanya menyediakan layanan taksi, tapi juga transportasi umum, travel, kontainer, dan alat berat ke logistik. 

"Kita sekarang sudah punya 22.000 kendaraan dengan 24.000 driver. Ada pula berbagai macam layanan, ada taksi, rental, juga ekspansi ke operasional transportasi umum seperti Trans Metro Bandung," ungkap Direktur Utama Blue Bird, Andrianto Djokosoetono.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper