Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trainset LRT Jabodebek Bakal Ditambah, Waktu Tunggu Makin Singkat?

Kemenhub membeberkan rencana penambahan jumlah trainset operasional LRT Jabodebek dalam waktu dekat.
Rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di Depo LRT Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di Depo LRT Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan rencana penambahan jumlah trainset operasional LRT Jabodebek dalam waktu dekat.

Adita mengatakan, saat ini jumlah trainset LRT Jabodebek yang beroperasi ada 16 dan akan ditambah 4 trainset lagi. Sehingga, dalam waktu dekat jumlah trainset LRT Jabodebek yang beroperasi secara total sebanyak 20 trainset.

Adapun sebelumnya, sejumlah trainset LRT Jabodebek tidak dapat dioperasikan akibat roda aus sehingga memerlukan perbaikan.

"Nanti mau nambah jadi 20 [trainset] lagi, diharapkan dalam waktu dekat. Rencananya sih bulan ini, tapi kita evaluasi dulu yang ada sekarang," ujar Adita saat ditemui usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru, Selasa (5/12/2023).

Dengan penambahan jumlah trainset operasional, Adita optimistis akan memperpendek headway antara kedatangan trainset LRT Jabodebek. Bahkan, headway akan kembali seperti awal sebelum terjadinya insiden roda aus.

Adapun saat ini, kata Adita, dengan 16 trainset yang beroperasi, headway LRT Jabodebek di saat peak hours sekitar 7,5 menit hingga 15 menit. Sedangkan di luar peak hour, headway LRT Jabodebek masih di kisaran 30 menit.

"Jadi dengan penambahan trainset akan pendek headway-nya," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (25/10/2023), 18 trainset LRT Jabodebek mengalami masa perawatan karena roda aus. Sehingga saat itu LRT Jabodebek hanya dapat mengoperasikan 9 trainset dengan total 131 perjalanan.

"Pengurangan ini dilakukan karena didapati kondisi keausan roda kereta yang beroperasi sudah harus dilakukan masa pembubutan," kata Manajer Humas KAI Divisi LRT Jabodebek Kuswardojo.

Berkurangnya jumlah kereta yang beroperasi membuat waktu tunggu antar-kedatangan kereta atau headway menjadi makin lama. Dengan hanya 9 trainset yang beroperasi headway LRT Jabodebek untuk seluruh lintas pelayanan menjadi sekitar 30 hingga 40 menit.

Dia menjelaskan, banyaknya jumlah trainset yang memasuki masa perawatan secara bersamaan disebabkan oleh total jarak tempuh per rangkaian yang telah mencapai kisaran 22.000 kilometer-23.000 kilometer.

Sementara itu, tingkat keausan roda untuk kereta LRT yang telah mencapai jarak tempuh 20.000 kilometer adalah sekitar 4 milimeter hingga 8 milimeter. Dia mengatakan, standar dari KAI menyebut tingkat keausan roda per rangkaian tidak boleh mencapai 8 milimeter.

“Saat keausan roda LRT sudah sekitar 5 milimeter-6 milimeter, itu akan kami tarik dari operasional dan dilakukan pembubutan. Karena kalau tidak dilakukan, kereta berpotensi anjlok,” tambahnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper