Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Libur Nataru Harga Cabai Makin Pedas, Ini Kata Mendag

Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan meminta Pemda ikut turun tangan mengatasi kenaikan harga cabai.
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui harga cabai masih mahal jelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurutnya, harga cabai yang mahal cenderung terjadi di wilayah Jakarta. sedangkan daerah lainnya seperti di Jawa Timur yang menjadi sentra produksi cabai harganya mulai turun.

"Cabai memang masih mahal di Jakarta. Kemarin saya ke Gresik cabai [harganya] sudah turun ke Rp70.000 [per kilogram], di sini tadi saya cek masih Rp90.000 - Rp100.000 [per kilogram]," ujar Zulhas di Pasar Senen, Kamis (30/11/2023).

Adapun untuk menyiasati lonjakan harga cabai saat Nataru, Zulhas pun mengimbau agar pemerintah daerah (pemda) bisa turun tangan dengan membantu mensubsidi biaya logistik. Menurutnya, Pemda bia menggunakan Penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menstabilkan harga cabai di wilayahnya.

"Itu bisa dilakukan, sehingga harga bisa turun kembali," tutur Zulhas.

Selain komoditas cabai, Zulhas juga menyoroti harga beras di pasaran saat ini. Dia mengakui harga beras memang masih ada di level yang tinggi. Berdasarkan pantauan di Pasar Senen harga beras medium tercatat Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.000 per kilogram.

Kendati begitu, Zulhas mengatakan bahwa masyarakat masih memiliki opsi untuk mengakses beras SPHP Bulog yang harganya lebih murah.

"Beras belum turun ya tapi ada pilihan kalau masyarakat keberatan dengan harga [beras] premium bisa membeli beras Bulog SPHP yang harganya Rp11.000 per kilogram," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi meminta pemerintah daerah memperkuat stok pangan di pasar untuk menghadapi permintaan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Adapun daerah yang menjadi fokus penguatan stok pangan antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dia pun menyoroti sejumlah pasar induk di Jabodetabek yang difokuskan untuk pengamanan stok pangan jelang Nataru, seperti Pasar Jaya, Pasar Tanah Tinggi, Pasar Induk Cibitung dan Pasar Induk Johar. Menurutnya, apabila stok pangan di pasar-pasar induk tersebut tersedia, maka suplai pangan untuk Nataru dipastikan aman.

"Ini penting, karena jika stok di Pulau Jawa aman, secara nasional juga bisa aman. Tentunya ini sebagai upaya kita mengendalikan inflasi dan harga pangan bagi masyarakat," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (29/11/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper