Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Valuasi 14% Saham Vale (INCO) Masih Dihitung, BUMN Ingin Harga Diskon

Kementerian BUMN menegaskan pemerintah ingin mendapat harga diskon untuk akuisisi 14% saham asing PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, pemerintah ingin mendapat harga diskon untuk akuisisi 14% saham asing PT Vale Indonesia Tbk (INCO). 

Kartika menegaskan, pemerintah ingin sisa kewajiban divestasi INCO sebagai syarat perpanjangan konsesi tambang selepas Desember 2025 dilepas murah ke holding tambang pelat merah, MIND ID nantinya. Pemerintah menolak harga pasar atau premium yang ditawarkan INCO. 

“Ya tergantung nanti, kita kan maunya diskon,” kata Kartika saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Kartika menuturkan, kementeriannya saat ini tengah menghitung ihwal nilai kewajiban divestasi tersebut. Menurut dia, pemegang saham asing INCO bersama dengan pemerintah sudah sepakat untuk menyelesaikan sisa kewajiban itu terkait dengan syarat konversi kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). 

“Kita sudah sepakat dan kemarin Pak Presiden [Jokowi] sudah tanda tangan, kita tinggal nanti valuasi,” kata dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi divestasi 14% saham INCO kepada MIND ID ditargetkan rampung pada 2024. Setelah itu, MIND ID akan mengenggam saham mayoritas INCO dengan kepemilikan saham 34%.  

Dalam keterangan resmi INCO, transaksi pelepasan 14% saham ke MIND ID diharapkan selesai pada 2024 dengan tergantung pada kondisi penutupan yang lazim.

Sementara itu, Vale Canada Limited selaku anak usaha Vale Base Metals Limited akan menggenggam sekitar 33,9% saham, sedangkan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd sekitar 11,5%.  

Saat ini, Vale Canada Limited sebagai pengendali Vale Indonesia menggenggam 4,35 miliar (4.351.403.820) saham atau setara 43,79%. Kemudian Sumitomo Metal Mining Co., Ltd memiliki 1,49 miliar (1.493.267.745) saham atau setara 15,03%. 

Kepemilikan saham MIND ID pun saat ini tercatat sebanyak 1,98 miliar (1.987.267.745) saham atau setara 20%, sedangkan kepemilikan publik mencapai 2,02 miliar (2.024.694.780) saham atau setara 20,38%.  

Chief Executive Officer Vale Base Metals Limited dan Presiden Komisaris PT Vale Deshnee Naidoo mengatakan, perjanjian ini merupakan langkah signifikan guna memenuhi kewajiban divestasi di Indonesia. 

Saat ini, Vale Indonesia memiliki proyek senilai US$8,6 miliar atau setara Rp133,3 triliun (kurs jisdor Rp15.504,00) di Bahodopi, Sorowako, dan Pomalaa. Secara global pertumbuhan produksi nikel Vale Base Metals Limited berpotensi meningkat lebih dari 300 kt/tahun dari sekitar 175 kt/tahun saat ini.  

“Perjanjian ini memperkuat komitmen kami untuk memajukan industri nikel Indonesia secara berkelanjutan, berdasarkan sejarah operasi kami selama 55 tahun di negara ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (18/11/2023). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper