Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanah Abang Sepi, Pemerintah Hajar TikTok Shop Bela e-Commerce

Pedagang Pasar Tanah Abang masih mengalami sepi pembeli meski pemerintah telah menutup TikTok Shop. Kini tuntutan mulai mengarah penutupan e-commerce.
Afiffah Rahmah Nurdifa,Dwi Rachmawati
Senin, 16 Oktober 2023 | 06:20
Pedagang Tanah Abang meminta agar pemerintah tutup TikTok karena membuat omzet UMKM anjlok./ BISNIS - Dwi Rachmawati
Pedagang Tanah Abang meminta agar pemerintah tutup TikTok karena membuat omzet UMKM anjlok./ BISNIS - Dwi Rachmawati

Bisnis.com, JAKARTA- Pasa Tanah Abang bukan lagi magnet bagi masyarakat berbelanja produk tekstil dan pakaian. Pemerintah telah meloloskan tuntutan penutupan TikTok Shop yang sebelumnya diklaim merupakan kehendak para pedagang, kini e-commerce pun diminta hengkang.

Bisnis melakukan penelusuran di Pasar Tanah Abang, pada akhir pekan lalu. Para pedagang secara umum masih meratapi kelesuan permintaan.

Salah seorang pedagang di Blok A, Lasmawati mengaku hingga kini bakul pakaiannya tetap mengalami sepi pembeli. Dia mengatakan penutupan TikTok Shop tak memberikan efek signifikan bagi para pedagang di pasar yang dulu  dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu.

Para pembeli yang berdatangan tak seramai dulu. Tidak ada lagi keriuhan tumpah ruah layaknya Tanah Abang sedekade lalu.

“Belum ada perubahan, masih santai. Kadang orangnya banyak tetapi tidak membeli,” ungkap Lasmawati saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jumat (13/10/2023).

Dia mengutarakan saat ini paling top, omzet yang dikantongi hanya sekitar Rp2 juta per hari. Jumlah itu menurun drastis dari kisaran beberapa tahun lalu.

Hal serupa dialami banyak pedagang Tanah Abang. Seiring niatan pemerintah menggulung TikTok Shop yang dianggap bakal menjadi predator karena menggabungkan layanan platform sosial media dan e commerce, Pedagang Pasar Tanah Abang sempat semringah.

Persoalan kemudian, pascapenutupan TikTok Shop, nasib baik belum lagi berbuah. Pedagang Pasar Tanah Abang masih mengharap berkah permintaan kembali naik.

Belakangan, dari lingkungan pedagang pasar, muncul tuntutan penutupan serupa terhadap berbagai platform e commerce, seperti Shopee, Lazada dan lainnya. Terdapat tulisan tuntutan serupa di lingkungan pasar, sebagaimana desakan terhadap TikTok Shop beberapa waktu lalu.

Sebaliknya, pemerintah melalui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan merasa berat mengiyakan permintaan demikian.

Zulhas menilai bahwa penutupan TikTok Shop terjadi karena TikTok mengantongi izin sebagai media sosial, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas perdagangan. Lain halnya, Shopee, Tokopedia, Lazada cs mengantongi izin sebagai e-commerce, sehingga tidak menyalahi aturan dan tak perlu ditutup.

"Ya enggak [bisa dilarang], tetapi akan diatur. Bukan tutup, ndak boleh dong. Kan enggak bisa dihindari namanya itu platform digital itu zaman kok," ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/10/2023).

Oleh sebab itu, dia mendorong agar para pedagang tidak menutup diri dengan perkembangan zaman dan justru mulai beradaptasi, mengingat aturan terbaru telah mengatur agar iklim perdagangan barang-barang dalam negeri makin dimudahkan.

Dia juga menilai bahwa kemajuan teknologi akan memudahkan promosi dan penjualan, yang semestinya menjadi peluang bagi para pedagang. "Jadi tinggal sekarang [pedagang] di Tanah Abang ayo respons, segera ikutan [jual barang] di Shopee. Jangan enggak ikut, kan dia sudah enggak [jual] barang luar lagi, barang dari kita UMKM. Ikutan di situ cepat," ujar Zulhas.

Pemerintah meminta TikTok untuk memisahkan fungsi perdagangan dari fitur media sosialnya. Apabila TikTok tetap ingin memiliki platform perdagangan, maka TikTok perlu membuat e-commerce sendiri, yang terpisah dari aplikasi induknya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper