Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Biaya Logistik Hingga Nasib Pekerja Tambang

Perkara kurangnya konektivitas dan minimnya integrasi antarmoda masih mewarnai permasalahan biaya logistik Nusantara.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA - Perkara kurangnya konektivitas dan minimnya integrasi antarmoda masih mewarnai permasalahan biaya logistik Nusantara. 

Target ambisius pemerintah menekan biaya logistik nasional menjadi 8 persen pada 2045 menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. 

Selain soal logistik, terdapat sejumlah informasi komprehensif lainnya yang menjadi pilihan redaksi BisnisIndonesia.id pada Rabu (11/10/2023). Di antaranya adalah:


1. Menerabas Aral Biaya Logistik Nasional

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat biaya logistik Indonesia berada di level 14,29 persen terhadap PDB pada 2022. 

Persentase ini dikontribusi oleh tiga sektor yakni biaya transportasi sebesar 8,79 persen, biaya persediaan dan pergudangan 3,19 persen serta biaya administrasi 3,20 persen. 

Memang secara garis besar, kegiatan perekonomian masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan populasi sekitar 56 persen. Tidak mengherankan bila aktivitas pelabuhan di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak hingga Tanjung Mas cenderung sibuk dibandingkan lainnya.


2. China & Kunci Pasar Batu Bara Jelang Musim Dingin

Negeri Panda masih menjadi kunci pasar pergerakan harga batu bara. Meskipun kondisi pasar makroekonomi yang kurang memuaskan dan menjadi hambatan signifikan dalam pemulihan pasar muatan curah kering.

Mengutip S&P Global, pada Selasa (10/9/2023), selama kuartal III/2023, banyak pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan tarif di kuartal IV/2023 karena penyediaan ulang batu bara. S&P Global menyebut China masih menjadi kunci yang mempengaruhi tarif pengiriman curah kering, menurut sumber yang mengoperasikan kapal.

Seain itu, pelemahan yang berkepanjangan dalam pemulihan ekonomi China adalah penyebab utama pasar angkutan muatan curah kering yang memuaskan pada kuartal III/2023 India, pengimpor batu bara terbesar kedua juga mengalami permintaan yang lebih lemah pada kuartal III/2023 dengan banyak end-users dan pembeli yang sudah memiliki persediaan sebelum musim hujan. 


3. Menguji Peluang Konsolidasi XL Axiata dan Smartfren

Potensi konsolidasi dalam industri telekomunikasi, yang melibatkan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), masih mencuat sebagai topik hangat. Dalam perbincangan ini, manajemen EXCL merinci sejumlah manfaat yang mungkin dapat diperoleh dari upaya konsolidasi ini.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa EXCL bersama pemegang sahamnya secara berkelanjutan menjajaki kemungkinan-kemungkinan konsolidasi. Namun, hingga saat ini, pembicaraan mengenai potensi konsolidasi antara EXCL dan FREN belum mencapai kesepakatan.

Dalam konteks ini, pembicaraan tentang konsolidasi lebih banyak dilakukan oleh pemegang saham dari kedua operator, yakni Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. dan Grup Sinarmas yang mengendalikan FREN. Menurut Dian, manajemen EXCL belum terlalu aktif terlibat dalam tahapan ini.


4. Transisi Energi dan Ramalan Nasib Pekerja Tambang Batu Bara

Kebijakan transisi energi dengan mengedepankan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk mengurangi emisi karbon menjadi kebijakan yang berisiko bagi industri batu bara jika dilakukan tanpa perencanaan yang tepat.

Pemerintah pun perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi proses transisi energi dalam hal penghentian penggunaan batu bara agar dampak serius terhadap perekonomian dan pasokan energi tidak terjadi.

Penelitian menunjukkan bahwa industri batu bara global kemungkinan harus kehilangan hampir 1 juta pekerjaan pada 2050. Ratusan tambang yang mempekerjakan banyak tenaga kerja diperkirakan akan ditutup dalam beberapa dekade mendatang karena telah mencapai akhir umur operasional mereka.


5. Kota Pintar IKN Nusantara Jadi Primadona Perusahaan Top Global

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara nantinya mengusung konsep smart city. IKN akan mengadopsi teknologi mulai dari perencanaan, pembangunan kota, hingga menjalankan fungsi pemerintahan. Pengembangan kota cerdas mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di IKN Nusantara.

Adapun terdapat 6 sektor yang akan diterapkan menggunakan teknologi modern yakni sistem pemerintahan, transportasi dan logistik, kehidupan masyarakat, sumber daya energi, sumber daya manusia dan industri, serta infrastruktur.

Deputi Teknologi Hijau dan Digital Badan Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengatakan pembangunan itu mengadopsi smart building guideline dan smart city blueprint sebagai landasannya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Editor : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper