Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Isu LPG 3 Kg Langka, Dirut Pertamina Pastikan Pasokan di Bali Aman

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memastikan pasokan LPG 3 kg untuk wilayah Bali dan sekitarnya masih aman.
Pekerja menyusun tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Senin (20/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pekerja menyusun tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Senin (20/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus melakukan pemantauan di beberapa wilayah guna menjaga penyaluran LPG 3 kilogram (kg) berjalan dengan baik.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bersama dengan Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta turun langsung meninjau sejumlah pangkalan dan agen LPG 3 kg di Bali. 

Dari hasil blusukan tersebut, Nicke mengatakan bahwa pasokan untuk wilayah Bali dan sekitarnya masih dalam angka aman dan saat ini sudah ada jadwal pengiriman LPG 3 Kg.

“Pasokan aman, jadi jangan khawatir, seperti hari ini memang sudah ada jadwal pengiriman,” kata Nicke melalui siaran pers, Minggu (30/7/2023).

Nicke menyebut bahwa pihaknya terus berupaya menambah pasokan LPG 3 kg, salah satunya melalui operasi pasar. Namun, dia menekankan bahwa yang berhak untuk menikmati LPG 3 kg adalah masyarakat kurang mampu.

Lebih lanjut, Nicke menegaskan bahwa saat ini pihaknya terus mendorong pendaftaran pembeli LPG 3 kg menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Hal ini dilakukan agar pemerintah memiliki data kepada siapa LPG subsidi tersalurkan.

“Yang kita jaga adalah ketersediaan jangan sampai langka, tetapi juga soal harga. Di setiap daerah sudah ditentukan HET-nya [harga eceran tertinggi], bagi yang melanggar kita akan berikan tindakan tegas, kita tidak akan kasih supply lagi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso membantah adanya kelangkaan LPG 3 kg. Namun, dia menyebutkan bahwa belakangan ini memang permintaan untuk LPG 3 kg meningkat.

“Sebenarnya nggak ada [kelangkaan], yang ada adalah overdemand,” kata Fadjar saat dihubungi Bisnis, Kamis (27/7/2023).

Meskipun dalam situasi banyak permintaan, Fadjar menyebut bahwa pihaknya terus memperkuat pasokan LPG melon ini dengan melakukan operasi pasar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper