Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rating Kredit RI Stabil, Kemenkeu: Cermin Progresivitas Perbaikan Fiskal

Kemenkeu mengatakan stabilnya rating kredit Ri didukung oleh pertumbuhan solid dari pendapatan negara, serta kebijakan yang terkalibrasi secara baik. 
Menkeu Sri Mulyani memberikan pemaparan keuangan negara saat konferensi pers APBN Kita pada Selasa (14/3/2023) di gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat. Dok. Kemenkeu RI.
Menkeu Sri Mulyani memberikan pemaparan keuangan negara saat konferensi pers APBN Kita pada Selasa (14/3/2023) di gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat. Dok. Kemenkeu RI.

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat atau rating kredit Indonesia di posisi BBB outlook stabil. Kementerian Keuangan alias Kemenkeu menilai hal ini menjadi cerminan kesuksesan Indonesia dalam mencapai konsolidasi fiskal. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan raihan itu didukung oleh pertumbuhan solid dari pendapatan negara, serta kebijakan yang terkalibrasi secara baik. 

“S&P melihat adanya perbaikan yang signifikan dalam kondisi fiskal Indonesia. Hal ini didorong oleh beberapa faktor positif, termasuk kenaikan harga komoditas yang menguntungkan, kondisi ekonomi domestik yang semakin membaik, serta komitmen yang kuat terhadap pelaksanaan kebijakan fiskal yang berkelanjutan," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (6/7/2023).

Dia menambahkan perbaikan defisit fiskal juga berdampak positif pada rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga menunjukkan kredibilitas serta kestabilan ekonomi Tanah Air.

Diketahui, pertumbuhan riil PDB Indonesia mampu mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, yakni 5,3 persen pada 2022. Keberhasilan ini menjadi wujud peningkatan permintaan luar negeri terhadap komoditas utama, serta upaya dalam mengembangkan perekonomian domestik.

Selain itu, pemerintah juga dinilai mampu mengendalikan defisit fiskal, yang kini bertengger di bawah 3 persen dari PDB. Pada 2022, defisit juga turun signifikan menjadi 2,4 persen sehingga S&P memperkirakan hal itu akan terus berkurang menjadi sekitar 2,3 persen dari PDB pada 2023. 

Suminto menyatakan penurunan defisit fiskal tersebut telah memberikan dampak positif dalam mengurangi beban utang pemerintah dan pembayaran bunga. Namun, dia mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah ke depan. 

“Meskipun dalam perjalanan menuju peningkatan peringkat Indonesia masih terdapat tantangan seperti masih terbatasnya basis penerimaan negara, namun kita yakin dengan perbaikan kebijakan fiskal dan reformasi struktural berkelanjutan, basis penerimaan dapat ditingkatkan sehingga mampu mendorong peringkat kredit Indonesia di masa depan," ujarnya.

Dengan prospek positif, Suminto menyampaikan bahwa Indonesia diharapkan tetap stabil di masa depan meskipun terjadi penurunan harga komoditas dan ketidakpastian ekonomi global. 

Dia juga menyampaikan pemerintah akan tetap waspada terhadap risiko global dan mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan. Pemerintah juga terus berkomitmen melindungi daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Sebagaimana pemberitaan Bisnis sebelumnya, Standard and Poor's (S&P) mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 4 Juli 2023. 

Keputusan ini mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, rekam jejak kebijakan yang baik, dan konsolidasi fiskal yang lebih cepat dari target awal.  

Outlook stabil juga mencerminkan keyakinan S&P terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi Indonesia untuk dua tahun ke depan, yang akan mendukung kinerja fiskal dan stabilisasi utang. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper