Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penetrasi PLTS Atap Sektor Industri, Ini Strategi Bisnis SUN Energy

SUN Energy terus melakukan ekspansi investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk konsumen industri.
Head of Marketing SUN Energy Anggita Pradipta (diapit tengah) saat kunjungan kerja ke pabrik produsen dan distributor sistem pipa HDPE & uPVC Vinilon Group di Mojokerto, Jawa Timur.
Head of Marketing SUN Energy Anggita Pradipta (diapit tengah) saat kunjungan kerja ke pabrik produsen dan distributor sistem pipa HDPE & uPVC Vinilon Group di Mojokerto, Jawa Timur.

Bisnis.com, MALANG — Pengembang proyek tenaga surya SUN Energy terus melakukan ekspansi investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk konsumen industri di sejumlah daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Awal tahun ini, SUN Energy resmi mendapat kontrak kerja sama jangka panjang 25 tahun untuk pemasangan PLTS di dua pabrik milik produsen dan distributor sistem pipa HDPE & uPVC Vinilon Group.

Head of Marketing SUN Energy Anggita Pradipta mengatakan, perusahaannya melakukan investasi awal pemasangan PLTS atap pada dua pabrik milik Vinilon Group tersebut. Anggita menerangkan, Vinilon tidak perlu mengalokasikan investasi awal pemasangan PLTS atap tersebut yang sepenuhnya ditanggung oleh SUN Energy. 

“Nanti pembayarannya hanya berdasar pada produksi listrik yang dihasilkan PLTS selama 1 bulan berapa itu yang kita tagihkan ke konsumen, konsumen kita cenderung kontrak 15-20 tahun, 90 persen customer kita seperti itu hanya bayar tagihan,” kata Anggita saat kunjungan ke pabrik Vinilon di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (4/7/2023). 

Anggita mengatakan, model bisnis yang diambil SUN Energy itu diharapkan dapat membantu perusahaan atau industri yang ingin mengadopsi energi baru terbarukan (EBT) ke dalam portofolio kelistrikan mereka. 

“Kami yakin sementara itu tidak jadi hal yang primer bagi perusahaan sehingga untuk implementasi ESG [enviromental, social governance] biar SUN Energy saja yang pikirin karena teknologinya juga belum banyak yang mungkin tim engineering di sini berpengalaman,” kata dia. 

SUN Energy telah melakukan instalasi pada dua lokasi pabrik milik Vinilon tersebut dengan total kapasitas 1,4 megawatt peak (MWp). Kapasitas terpasang itu diperkirakan mampu menghasilkan  1.871.593 kilowatt hour (kWh) energi hijau dan mereduksi 1.684 ton emisi karbon setiap tahunnya. 

Adapun, kapasitas terpasang dari PLTS atap pada pabrik Vinilon itu hanya mengambil porsi 15 persen dari keseluruhan kapasitas daya setrum pabrik. Sisanya, Vinilon masih bertopang pada listrik yang mesti diserap dari PLN. Sementara itu, berdasarkan hitung-hitungan SUN Energy, biaya atau investasi awal PLTS atap dengan kapasitas 1 MWp berada di kisaran Rp10 miliar sampai dengan Rp13 miliar. 

SUN Energy bersama dengan Vinilon belakangan masih menantikan izin operasi PLTS atap yang belum kunjung diterbitkan PLN selepas pemasangan instalasi rampung Februari 2023 lalu. Rencananya, izin operasi itu dapat terbit pada bulan ini. 

“Itu seluruh aset punya SUN setelah masa kontrak akan jadi punya konsumen Vinilon, kontraknya 25 tahun jadi mitra jangka panjang kita,” kata dia. 

Factory Manager Vinilon Jaya Sakti Antonius Prakosa mengatakan, keputusan perseroan untuk memasang PLTS atap tersebut sebagai tindak lanjut atas instabilitas pasokan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN yang beberapa waktu terakhir sering mengalami gangguan. 

Malahan, Prakosa mengatakan, pabrik pipa yang berlokasi di Mojokerto sudah mengalami 27 kali putus jaringan atau trip sepanjang semester pertama tahun ini. Konsekuensinya, produk buangan atau waste dari pabrik mengalami peningkatan signifikan pada paruh pertama tahun ini yang berdampak pada kinerja perusahaan. 

“Listrik PLN sering tidak stabil walaupun kami sebagai pelanggan PLN premium, kondisinya 27 kali trip terutama musim hujan kabel kena pohon atau lain-lain, kita bermasalah jadinya karena waste product akan sangat tinggi,” kata Prakosa saat ditemui di pabrik, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (3/7/2023).

Belakangan, Prakosa mengatakan, perusahaannya memilih untuk menggandeng SUN Energy untuk memasang PLTS atap sebagai alternatif kelistrikan selepas pasokan yang beberapa kali putus dari perusahaan setrum pelat merah tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper