Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Manfaat Perdagangan Internasional, Tujuan, dan Faktor Pendorongnya

Perdagangan internasional adalah jual beli yang dilakukan antar negara. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Manfaat Perdagangan Internasional, Tujuan, dan Faktor Pendorongnya/Freepik
Manfaat Perdagangan Internasional, Tujuan, dan Faktor Pendorongnya/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Secara umum, perdagangan internasional adalah sarana pertukaran barang dan jasa skala internasional. Perdagangan internasional muncul akibat adanya kesamaan dalam kepentingan.

Perbedaan internasional kini berkembang sangat pesat. Kerja sama antar negara dalam hal perdagangan memiliki kelebihan dan kekurangan. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Perdagangan Internasional

Mengutip dari situs jdih.kemendag.go.id, perdagangan internasional adalah transaksi jual beli antar negara dalam bentuk ekspor – impor di suara pasar untuk mencapai keuntungan antara dua belah pihak.

Perdagangan internasional akan saling menguntungkan. Alasannya seperti berikut:

  • Perdagangan internasional berkaitan dengan transaksi antar dua negara yang saling menguntungkan.
  • Dapat memberikan barang dan jasa yang beragam.
  • Mendatangkan efisiensi dengan demikian semua keperluan dalam sebuah negara bisa terpenuhi.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perdagangan internasional. Berikut empat faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional.

1. Perbedaan sumber daya alam

Perbedaan sumber daya yang dimiliki membuat negara perlu membeli produk atau jasa yang dijual negara lain. Dengan demikian, kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi.

2. Menghemat biaya produksi

Terdapat beberapa produk yang memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi untuk memproduksinya. Sayangnya, tidak semua negara memiliki kemampuan yang sama.

Negara yang masih belum memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengeluarkan biaya tinggi untuk memproduksi sebuah produk. Maka dari itu, lebih hemat jika membelinya dari negara lain.

3. Memenuhi kebutuhan nasional

Terkadang sebuah negara tidak bisa memenuhi barang dan jasa yang menjadi kebutuhan penduduknya. Maka dari itu, negara tersebut memilih membeli barang atau jasa dari negara lain agar kebutuhan nasional terpenuhi.

4. Perbedaan penguasaan teknologi

Setiap negara memiliki kemampuan yang berbeda terkait penguasaan teknologi. Oleh karena itu, banyak negara yang akhirnya melakukan perdagangan internasional agar bisa memenuhi kebutuhan penduduknya.

Contoh perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang. Indonesia membeli mobil dari negara Jepang karena negara matahari terbit tersebut memiliki kemampuan lebih mumpuni dalam hal pembuatan mobil.

Tujuan Perdagangan Internasional

Kegiatan perdagangan internasional dilakukan karena tujuan tertentu, seperti;

  • Meningkatkan devisa negara
  • Menunjang pertumbuhan ekonomi.
  • Menjaga stabilitas harga barang yang dibeli dari luar negeri.
  • Memenuhi kebutuhan dalam negeri.
  • Mendapatkan keuntungan internal dan eksternal.
  • Memperluas pasar.
  • Transfer teknologi terkini

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional dilakukan oleh dua negara atau lebih. Saat menjalankan transaksi perdagangan antar negara ternyata ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, antara lain;

1. Menjalin hubungan persahabatan antar negara

Dengan adanya perdagangan internasional, maka akan terbentuk persahabatan antar negara. Kondisi tersebut ternyata bisa memperluas kerja sama di bidang lain.

2. Mewujudkan efisiensi dan spesialisasi

Perdagangan internasional bisa membuat sebuah negara mempunyai spesialisasi di bidang tertentu. Artinya, negara tersebut akan mempunyai penduduk dengan keahlian khusus di bidang tertentu. Dengan demikian, sebuah negara bisa menghasilkan produk atau jasa yang bernilai ekspor.

3. Mengurangi angka pengangguran

Perdagangan internasional ternyata bisa mengurangi pengangguran. Pasalnya, jual beli internasional akan meningkatkan produksi dalam negeri sehingga dapat membuka lowongan kerja lebih luas.

Hambatan Perdagangan Internasional

  • Tarif dan Bea Masuk: Tarif dan bea masuk adalah salah satu hambatan utama dalam perdagangan internasional. Pemerintah sering kali menerapkan tarif yang tinggi untuk melindungi industri dalam negeri, yang pada gilirannya mengurangi daya saing produk impor. Tarif yang tinggi juga dapat memicu perang tarif antara negara, menghambat arus perdagangan bebas.
  • Hambatan Non-Tarif: Selain tarif, hambatan non-tarif seperti kuota impor, lisensi ekspor, persyaratan kualitas, standar sanitasi, dan aturan teknis lainnya juga dapat memperlambat perdagangan internasional. Hambatan semacam ini sering kali digunakan untuk membatasi impor dan melindungi produsen dalam negeri.
  • Ketidakpastian Kebijakan: Ketidakpastian terkait perubahan kebijakan perdagangan dan ketidakstabilan politik di beberapa negara dapat menjadi hambatan besar bagi perdagangan internasional. Keputusan tiba-tiba terkait tarif atau perubahan kebijakan perdagangan dapat mengganggu arus perdagangan dan mengurangi kepercayaan pelaku pasar.
  • Hambatan Teknis dan Regulasi: Perbedaan dalam regulasi teknis dan persyaratan standar kualitas antarnegara dapat menghambat perdagangan internasional. Standar yang berbeda ini sering kali mengharuskan produsen untuk memenuhi persyaratan yang berbeda untuk setiap pasar, yang pada gilirannya meningkatkan biaya produksi dan distribusi.
  • Hambatan Logistik dan Infrastruktur: Infrastruktur yang buruk, seperti jalan yang rusak, pelabuhan yang tidak efisien, dan layanan transportasi yang tidak handal, dapat menjadi hambatan serius dalam perdagangan internasional. Hal ini menyebabkan peningkatan biaya logistik dan penundaan dalam pengiriman barang antarnegara.
  • Ketidakpastian Nilai Tukar dan Kebijakan Moneter: Fluktuasi nilai tukar yang tidak stabil dan kebijakan moneter yang tidak dapat diprediksi dapat mempengaruhi perdagangan internasional. Ketidakpastian ini dapat menyebabkan ketidakstabilan harga, biaya transaksi yang meningkat, dan ketidakpastian bagi pelaku pasar.
  • Ketegangan Geopolitik: Ketegangan politik dan geopolitik antarnegara dapat menciptakan hambatan serius bagi perdagangan internasional. Sengketa politik dan konflik militer dapat mengganggu jalur perdagangan dan menghambat arus barang dan jasa antarnegara.

Contoh Perdagangan Internasional

  1. Ekspor produk kelapa Indonesia ke India: Indonesia adalah salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Produk kelapa seperti minyak kelapa, serat kelapa, dan gula kelapa diekspor ke India untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman di negara tersebut.
  2. Impor komoditas batu bara Indonesia oleh Tiongkok: Indonesia merupakan salah satu pengekspor batu bara terbesar di dunia. Tiongkok mengimpor batu bara dari Indonesia untuk memenuhi permintaan industri energi mereka yang terus berkembang.
  3. Ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang: Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Produk perikanan seperti ikan, udang, dan lobster diekspor ke Jepang, yang merupakan salah satu konsumen utama produk perikanan di dunia.
  4. Impor kopi Indonesia oleh Amerika Serikat: Indonesia dikenal sebagai produsen kopi kualitas tinggi. Amerika Serikat mengimpor kopi Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar kopi khusus mereka, termasuk kopi gourmet dan kopi organik.
  5. Ekspor produk karet Indonesia ke Malaysia: Indonesia adalah produsen karet terbesar kedua di dunia. Malaysia mengimpor produk karet seperti lateks dan karet mentah dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri karet dan produk karet lainnya di Malaysia.
  6. Ekspor kopi Brazil ke Amerika Serikat: Brazil dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Mereka mengirimkan kopi berkualitas tinggi ke Amerika Serikat yang kemudian didistribusikan dan dijual ke konsumen di berbagai kafe dan toko kopi di seluruh negara.
  7. Impor mobil Jepang oleh Uni Eropa: Jepang terkenal karena produksi mobil berkualitas tinggi dan inovatif. Uni Eropa mengimpor mobil Jepang untuk memenuhi permintaan pasar domestik mereka terhadap mobil yang ramah lingkungan dan efisien bahan bakar.
  8. Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Tiongkok: Arab Saudi adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Mereka mengekspor minyak mentah ke Tiongkok, yang merupakan salah satu konsumen minyak terbesar di dunia, untuk memenuhi kebutuhan energi negara tersebut.
  9. Impor produk elektronik Tiongkok oleh Amerika Serikat: Tiongkok dikenal sebagai pusat produksi produk elektronik global. Amerika Serikat mengimpor berbagai produk elektronik, termasuk smartphone, komputer, dan aksesori elektronik lainnya, dari Tiongkok untuk memenuhi permintaan pasar mereka.
  10. Ekspor anggur Italia ke Prancis: Italia terkenal dengan anggur berkualitas tinggi dan beragam. Mereka mengirimkan anggur premium mereka ke Prancis, yang merupakan salah satu konsumen anggur terbesar di dunia, untuk memenuhi kebutuhan pasar mewah dan industri perhotelan di Prancis.

Dampak Positif Perdagangan Internasional

  • Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan karena adanya fokus pada produksi barang dan jasa yang efisien.
  • Penyediaan lapangan kerja yang lebih luas di sektor-sektor terkait perdagangan internasional, seperti logistik, transportasi, manufaktur, dan distribusi.
  • Akses yang lebih mudah terhadap beragam produk dan layanan dari seluruh dunia, memberikan konsumen lebih banyak pilihan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik.
  • Peningkatan spesialisasi dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, karena negara-negara dapat fokus pada produksi dengan keunggulan komparatif.
  • Transfer teknologi dan pengetahuan antar negara, memungkinkan negara-negara berkembang untuk mengadopsi teknologi canggih dan praktik terbaik dari negara maju.
  • Meningkatkan hubungan diplomatik, politik, dan sosial antar negara, yang dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas global.
  • Penyebaran kekayaan yang lebih merata di seluruh dunia, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang di berbagai wilayah.
  • Peningkatan persaingan dan inovasi dalam bisnis, mendorong peningkatan kualitas produk, penurunan harga, dan inovasi teknologi.
  • Diversifikasi risiko ekonomi melalui keterlibatan dalam pasar global, mengurangi dampak negatif dari fluktuasi pasar domestik.
  • Penyebaran praktik tata kelola yang baik dan standar produksi di berbagai sektor, berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan tata kelola yang transparan.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

  1. Ketidakseimbangan perdagangan: Ketidakseimbangan dalam nilai impor dan ekspor dapat menyebabkan defisit perdagangan, yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi suatu negara dan memicu masalah inflasi.
  2. Peningkatan persaingan global: Sementara persaingan dapat merangsang inovasi, tekanan persaingan global yang tinggi juga dapat menyebabkan penurunan harga, mengancam kelangsungan usaha industri tertentu, dan memicu konflik perdagangan antarnegara.
  3. Risiko penyebaran penyakit dan hama: Perdagangan internasional dapat mempercepat penyebaran penyakit dan hama dari satu negara ke negara lain melalui perpindahan barang dan manusia, seperti yang terjadi dalam pandemi global.
  4. Ketergantungan ekonomi pada pasar global: Ketergantungan yang berlebihan pada pasar global dapat membuat suatu negara rentan terhadap fluktuasi ekonomi global, yang dapat mengakibatkan goncangan ekonomi internal yang signifikan.
  5. Ketimpangan distribusi kekayaan: Meskipun perdagangan internasional dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi, distribusi kekayaan yang tidak merata dapat meningkatkan kesenjangan ekonomi antara kelompok masyarakat dan mengakibatkan ketidakadilan sosial.
  6. Pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan: Permintaan global yang tinggi terhadap sumber daya alam sering kali mendorong praktik eksploitasi yang tidak berkelanjutan, mengancam lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
  7. Pengabaian standar lingkungan: Tekanan untuk memenuhi permintaan global dapat mengakibatkan pengabaian terhadap standar lingkungan, menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius dan degradasi ekosistem.
  8. Masalah keamanan pangan: Perdagangan internasional dapat memicu ketergantungan terhadap impor pangan, yang membuat suatu negara rentan terhadap fluktuasi harga global dan ketidakpastian pasokan pangan.
  9. Pengangguran struktural: Perubahan dalam pola perdagangan global dapat mengakibatkan penurunan permintaan terhadap tenaga kerja dalam sektor tertentu, menyebabkan terjadinya pengangguran struktural dan kesulitan dalam menyesuaikan kembali tenaga kerja ke sektor yang berkembang.
  10. Konflik perdagangan dan geopolitik: Perselisihan perdagangan antarnegara dapat memicu ketegangan politik dan geopolitik yang dapat mengganggu hubungan antarnegara dan stabilitas regional.

Itulah penjelasan seputar perdagangan internasional. Meskipun memiliki manfaat, tetap ada dampak negatif hingga hambatan perdagangan internasional. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nuraini
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper