Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tesla Ajukan Izin Perluasan Pabrik di Shanghai, Bakal Produksi Baterai Kantong

Perluasan pabrik Tesla tersebut dapat meningkatkan kapasitas pabrik Gigafactory Shanghai menjadi 1,75 juta unit per tahun.
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan mobil listrik Tesla Inc mengajukan izin untuk memperluas pabriknya di Shanghai dan mulai memproduksi sel baterai jenis kantong untuk pertama kalinya.

Melansir Reuters, Selasa (16/5/2023), pengumuman terbuka yang tidak disebutkan tanggalnya menyatakan bahwa potensi perluasan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pabrik Gigafactory Shanghai untuk memproduksi 1,75 juta unit per tahun yang berarti naik dari produksi saat ini sebanyak 1,25 unit.

Berdasarkan pernyataan yang diunggah oleh situs tempat pabrik tersebut berada, masih belum jelas apakah Tesla akan berkomitmen untuk melanjutkan perluasan atau sekadar mencari izin untuk potensi kapasitas pada masa depan.

Adapun raksasa mobil tersebut yang juga tengah mencari izin untuk memproduksi sel baterai jenis kantong.

Pengumuman tersebut menambahkan produksi uji coba akan memiliki kapasitas tahunan awal untuk membuat sekiranya 20.000 amp-jam sel, setara dengan daya dalam satu paket baterai Model Y.

Hingga saat ini, Tesla belum memberikan kejelasan apakah akan menggunakan sel kantong yang direncanakannya yang belum pernah sebelumnya digunakan pada kendaraan listrik.

Sel kantong merupakan jenis sel baterai yang biasanya digunakan pada barang-barang elektronik.

Jenis tersebut berbeda dengan yang digunakan oleh Tesla untuk kendaraan listrik karena komponen pada baterainya yang disimpan dalam kantong logam yang bersifat fleksibel dan tidak kaku.

Sel tersebut digunakan oleh beberapa perusahaan mobil seperti General Motors.

Tesla juga ingin mendirikan fasilitas baru untuk mendaur ulang bahan kimia untuk pengolahan air limbah di pabrik.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari persyaratan perizinan lingkungan di China.

Tesla meminta tanggapan publik terkait dampak lingkungan dari potensi ekspansi tersebut hingga hari Rabu (17/5/2023).

Pabrik Tesla di Shanghai merupakan yang terbesar di seluruh dunia dan telah memproduksi sekitar 726.000 kendaraan Tesla Seri 3 dan Y untuk tahun 2022, lebih dari separuh penjualan global produsen mobil tersebut.

Bukan hanya itu, Tesla juga berupaya untuk menaikkan produksi sel baterai dengan kapasitas 4680 sel baterai silinder di China dan telah menggandeng sejumlah pemasok baru untuk memangkas biaya.

CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa dia lebih memilih untuk mempunyai persediaan sel baterai yang berlebih dan bisa dialihkan ke bisnis penyimpanan daya dibanding kekurangan.

Pada bulan lalu Tesla menyatakan bahwa mereka ingin membuka pabrik di Shanghai untuk memproduksi unit penyimpanan energi terbarukan yang dikenal dengan sebutan Megapack dan dapat menyimpan daya yang berasal dari tenaga surya.

Nantinya, setiap Megapack akan dibanderol dengan harga berkisar US$1,9 juta sebelum dilakukannya pemasangan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper