BPKP Rampungkan Audit Rencana Impor KRL Bekas, Jadi Impor?

Polemik rencana impor KRL bekas oleh KCI Commuter ditengahi Menko Marves Luhut Pandjaitan yang memerintahkan adanya audit sebelum realisasi kebijakan.
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang dikelola oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) berada di dipo kereta, Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang dikelola oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) berada di dipo kereta, Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mengelarkan kajian rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang yang diajukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter pada akhir Maret 2023. 

Juru Bicara BPKP Azwad Zamroddin Hakim menyebut laporan tersebut telah disampaikan kepada pemangku kepentingan.

"Yang jelas beberapa waktu lalu BPKP sudah menyerahkan hasil reviu rencana impor kereta kepada stakeholder," katanya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (5/4/2023). 

Meski demikia, Azwad mengatakan pihaknya tidak dapat menyebutkan hasil kajian BPKP tersebut. Dia mengungkapkan hal itu terkait kode etik profesi auditor internal yang mengatur bahwa auditor internal menghargai nilai dan kepemilikan informasi, serta tidak membuka informasi tersebut, kecuali terdapat kewajiban hukum atau profesional yang mengharuskan untuk melakukannya. 

Adapun, Azwad menjelaskan laporan tersebut berisi rekomendasi BPKP kepada para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan impor KRL bekas dari Jepang.

"Untuk rekomendasi dan saran dari hasil reviu BPKP dapat ditanyakan langsung kepada pemangku kepentingan yang telah meminta BPKP melakukan audit beberapa waktu lalu," ucapnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya akan memutuskan nasib impor KRL setelah mendapat hasil audit dari BPKP. 

Luhut menuturkan, dirinya telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan efisiensi terkait masalah ini.

Dia juga masih tetap mempertimbangkan opsi retrofit untuk rangkaian KRL lama yang akan dipensiunkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter.

"Kemudian, kalau bisa dibuat di dalam negeri, ya kita buat dalam negeri," lanjut Luhut.

Sementara itu, VP Corporate Secretary KCI Anne Purba menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti proses pengadaan sarana KRL bukan baru sesuai arahan pemerintah.

“Proses impor KRL bukan baru akan dilaksanakan setelah ada hasil audit oleh BPKP agar mendapatkan rekomendasi pengadaan yang lebih matang,” kata Anne.

Sementara itu, PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT Inka akan mengkaji rencana retrofit untuk rangkaian KRL milik KAI Commuter yang akan dipensiunkan pada 2023-2024. Retrofit bisa menambah usia pakai KRL hingga 10 tahun ke depan. 

Direktur Utama Inka Eko Purwanto menjelaskan opsi retrofit adalah penggantian atau pembaruan pembaruan teknologi atau fitur baru pada rangkaian kereta lama.

Dia menuturkan beberapa keuntungan dari opsi retrofit adalah lebih efisien, membutuhkan sedikit perawatan, dan adanya jaminan suku cadang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper