Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Potensi Besar Pasar Ekspor Furnitur ke Timur Tengah, Sanggup Geser AS?

Timur Tengah digadang-gadang akan menjadi tujuan utama ekspor produk furnitur dari Indonesia menggeser AS dan Eropa.
Ruang produksi pabrik mebel Raisa House of Excellence di Jepara, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)
Ruang produksi pabrik mebel Raisa House of Excellence di Jepara, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA – Timur Tengah digadang-gadang mampu menjadi negara tujuan ekspor produk industri furnitur menggantikan Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Abdul Sobur menjelaskan bahwa Amerika Serikat dan Eropa sudah tidak lagi memegang predikat sebagai pasar ekspor terbesar industri yang digelutinya.

“Jadi, saya memperkirakan pasar terbesar nanti justru akan bergerak, bukan lagi Amerika Serikat dan Eropa tapi Asia dan Timur Tengah jadi ini the future-nya ke sana,” ujarnya saat konferensi pers penutupan pameran Indonesia International Furniture Expo di kawasan Kemayoran pada Minggu (12/3/2023).

Abdul mengungkapkan adanya komitmen dari Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang ingin menjadikan Timur Tengah atau Middle East sebagai New Eropa yang digadang-gadang akan menjadi kota terhebat di bumi. Oleh karena itu, peran industri furnitur dibutuhkan.

“Mohammed bin Salman itu mengatakan New Eropa ya, dia lagi membangun satu kota yang namanya New dan The Line itu adalah akan menjadi kota terhebat di muka bumi ini, tentu kan butuh mebel juga,” jelasnya.

Berbagai negara di Timur Tengah seperti Qatar dan Israel, lanjut dia, akan segera melakukan pembangunan yang akan berdampak pada kebutuhan furnitur dalam jumlah banyak. Momentum ini menurutnya akan menjadi pasar yang baik untuk industri furnitur lokal. 

“Dubai bahkan, kabarnya akan membuat kota baru seluas tujuh kali lipat Dubai, itu bisa jadi pasar baru,” katanya.

Sayangnya, sambung Abdul, pelaku industri furnitur dalam negeri masih terlalu nyaman dengan market ekspor andalan yaitu Amerika Serikat dan Eropa. Oleh karena itu, meeka masih perlu diyakinkan mengenai potensi market di Timur Tengah ini.

Abdul mengklaim perusahaan furniturnya mampu masuk di lima negara di Timur Tengah. “Saya sendiri udah masuk ke Qatar, Dubai, Oman, Bahrain juga Kuwait.”

Seperti yang diberitakan Bisnis.com sebelumnya, Amerika Serikat dan Eropa memiliki peran yang cukup besar dalam ekspor furnitur Indonesia. Negeri Paman Sam menyerap 51 persen produk furnitur yang diekspor oleh Indonesia.  

Adapun, Eropa berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total ekspor furnitur. Sisanya, produk furnitur Indonesia diekspor ke negara-negara Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Australia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Widya Islamiati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper