Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Goldman Sachs Kerek Proyeksi Suku Bunga The Fed usai Komentar Hawkish Powell

Ekonom Goldman Sachs Group Inc. menaikkan proyeksi puncak suku bunga Federal Reserve menjadi 5,5 - 5,75 persen setelah komentar hawkish dari Jerome Powell
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell./federalreserve.gov
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell./federalreserve.gov

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Goldman Sachs Group Inc. menaikkan proyeksi puncak suku bunga Federal Reserve menjadi 5,5 persen - 5,75 persen setelah komentar hawkish dari Jerome Powell yang membuka peluang kenaikan 50 basis poin akhir bulan ini.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (8/3/2023), ekonom Goldman yang dipimpin Jan Hatzius memperkirakan data ekonomi menjelang pertemuan Maret akan beragam tetapi cenderung kuat. Oleh karena itu, mereka memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan Maret, dan membuka peluang bahwa FOMC dapat menaikkan suku bunga hingga 50 basis poin.

"Kami sekarang memperkirakan bahwa titik tengah dalam Ringkasan Proyeksi Ekonomi bulan Maret akan naik 50 basis poin ke puncak 5,5 persen - 5,75 persen pada tahun 2023," tulis Hatzius dalam catatan kepada klien usai pidato Powell di hadapan Kongres.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan bertemu pada 21-22 Maret mendatang dan memperbarui perkiraan suku bunga acuan triwulanan. Pada pertemuan bulan Desember, FOMC memperkirakan suku bunga mencapai puncaknya di kisaran 5 persen - 5,25 persen.

Namun data pada bulan Januari melampaui perkiraan dan Powell memperingatkan anggota parlemen bahwa hal ini menunjukkan puncak suku bunga kemungkinan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Para pejabat akan siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga jika diperlukan.

"Bahkan jika peserta FOMC memutuskan kenaikan 25 basis poin pada bulan Maret tetapi berbeda pendapat pada kecepatannya, mereka mungkin berkompromi dengan proyeksi kenaikan suku bunga 50 basis poin dalam dot plot," tulis ekonom Goldman.

Sebelumnya dalam pernyataan yang disampaikan di hadapan Kongres, Powell mengatakan Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih tinggi lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya. Hal ini seiring dengan angka inflasi dan postur agresif yang tak terduga menyusul langkah penurunan bulan lalu dalam laju kenaikan.

"Jika total data menunjukkan bahwa pengetatan yang lebih cepat diperlukan, kami akan siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga,” kata Powell.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper