Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PUPR: Konsep Pembangunan TOD Sesungguhnya Ada di IKN

Kementerian PUPR menyatakan pengembangan konsep TOD yang sesungguhnya ada di IKN. Ini alasannya.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 02 Maret 2023  |  16:40 WIB
PUPR: Konsep Pembangunan TOD Sesungguhnya Ada di IKN
Proyek Jalan Lingkar Sepaku di IKN / Dok. Kementerian PUPR.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan berorientasi pada konsep Transit Oriented Development (TOD), seperti pengembangan TOD di Jabodetabek.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Supriyanto, mengatakan pengembangan TOD yang sebenarnya adalah IKN. Sebab, konsep pengembangan kawasan skala kota tersebut telah diterapkan sejak awal mula pembangunan.

"Kalau ada yang menyampaikan bahwa IKN adalah TOD yang sesungguhnya maka hal itu memang benar adanya," kata Iwan dalam agenda Adhi Expo, Kamis (2/3/2023).

Namun, Iwan memastikan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akan menjadi pionir dan percontohan TOD untuk kota-kota lain, termasuk IKN.

"Kalau pionirnya memang disini, ini sudah jelas kebutuhan menurut saya, Jabodetabek ya, itu sudah kebutuhan disini. Nah, [pemindahan] IKN ini juga solusi karena Jakarta ini baru dimulai [pengembangan TOD] jadi belum maksimal bisa terwujud," ujarnya.

Sebagai informasi, kawasan TOD adalah tata ruang suatu area yang terpusat dan terintegrasi dengan antarmoda yang berada pada radius 400-800 meter. Hal ini juga yang akan dikembangkan di IKN, di mana keterjangkauan lokasi antara hunian ke tempat transit dapat dijangkau dengan waktu 10 menit.

Salah satu pengembangan TOD di wilayah Jabodetabek di inisiasi oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) lewat proyek LRT City yang menghadirkan 12 lokasi TOD.

Seluruh kawasan memiliki total unit lebih dari 54.000 unit, dengan landbank sebesar 140 hektare, yaitu LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, Grand Central Bogor – Member of LRT City, Cisauk Point – Member of LRT City, dan Oase Park – Member of LRT City.

Direktur Pengelolaan Properti ADCP, Hanif Setyo Nugroho mengatakan penjualan proyek LRT City yang diperoleh Adhi Commuter Properti pada 2022 sebesar Rp1,2 triliun. Dia meyakini akan ada peningkatan penjualan dengan beroperasinya LRT.

"Tahun lalu penjualan kami Rp1,2 triliun. Tahun ini kami menargetkan Rp2 triliun untuk LRT City jadi itu target Adhi Commuter Properti, dengan optimisme bahwa LRT sudah bisa berjalan," kata Hanif di acara Adhi Expo, Kamis (2/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tod transit oriented development IKN Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top