Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Migrasi Penduduk ke Kalimantan Naik 3 Kali Lipat, Gara-gara IKN?

BPS melaporkan data migrasi penduduk ke Kalimantan naik 3 kali lipat. Benarkah akibat proyek Ibu Kota Negara (IKN)?
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 30 Januari 2023  |  16:14 WIB
Migrasi Penduduk ke Kalimantan Naik 3 Kali Lipat, Gara-gara IKN?
Desain Istana Negara berlambang burung Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) karya seniman I Nyoman Nuarta - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) menunjukan angka migrasi seumur hidup ke Kalimantan meningkat tiga kali lipat dalam lima dekade terakhir atau sejak 1971. Benarkah gara-gara proyek Ibu Kota Negara (IKN)?

Deputi bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menyampaikan terjadi pergeseran pola migrasi yang tidak lagi berpusat di Jawa dan Sumatra, kini Kalimantan menjadi pilihan. 

“Berdasarkan long form kami, migrasi ke Kalimantan mengalami peningkatan tiga kali lipat,” ujarnya dalam Launching Reformasi Birokrasi BPS Tahun 2023 dan Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020, di Menara Danareksa, Jakarta, Senin (30/1/2023). 

Ateng memaparkan bahwa semakin berkembangnya Kalimantan dengan banyak perkebunan dan pertambangan mendorong pergesaran migrasi tersebut. 

Kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut mendorong migrasi ke Kalimantan semakin tinggi. 

“Ada beberapa hal yang mendukung di Kalimantan, yaitu perkembangan usaha pertanian, IKN di Kalimantan, ke depannya berpeluang migrasi ke Kalimantan akan semakin tinggi,” jelasnya. 

Berdasarkan laporan tersebut, angka migrasi seumur hidup antarprovinsi hasil Long Form SP2020 sebesar 9,83 persen atau sekitar 1 dari 10 penduduk Indonesia bertempat tinggal di provinsi yang berbeda dengan provinsi tempat lahirnya. 

Tiga provinsi dengan angka migrasi seumur hidup tertinggi adalah Kepulauan Riau (40,55), Kalimantan Timur (29,52), dan Kalimantan Utara (28,60). Hal ini menunjukkan bahwa migrasi berkontribusi positif terhadap pertumbuhan penduduk di ketiga provinsi tersebut.

Meski sudah terjadi pergesaran pola migrasi dan terjadi pelambatan migrasi ke Jawa, Ateng menyampaikan bahwa Jawa masih menjadi rumah utama bagi 56 persen penduduk Indonesia.

Hal itu juga yang menyebabkan Jawa menjadi pulau terpadat di Indonesia. 

Meski demikian, Ateng berpesarn bahwa proses migrasi perlu dijaga keseimbangannya sehingga dapat berjalan dengan nyaman dan tidak memicu konflik di daerah setempat.

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas menyampaikan pada tahun ini menargetkan prioritas Kemenpan-RB dalam persiapan perpindahan ASN menuju IKN di Kalimantan Timur. 

"Kami sudah tentukan target prioritas Kemenpan-RB ada tujuh, salah satunya persiapan perpindahan ASN ke IKN," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS Sensus Penduduk IKN
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top