Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rumah Menteri di IKN Habiskan Rp14 Miliar per Unit, Ini Penjelasan PUPR

Kementerian PUPR akan membangun rumah tapak untuk para menteri di kabinet Indonesia Maju senilai Rp519,06 miliar di IKN
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  20:50 WIB
Rumah Menteri di IKN Habiskan Rp14 Miliar per Unit, Ini Penjelasan PUPR
Proyek rumah susun atau rusun pekerja di IKN Nusantara - Dok. Kementerian PUPR.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah memulai tahap pembangunan rumah dinas untuk menteri sebanyak 36 unit di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Alokasi anggaran untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp519,06 miliar

Anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan rumah menteri di IKN mendapatkan sorotan dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Berdasarkan hitung-hitungannya, biaya untuk pembangunan rumah menteri sekitar Rp14 miliar per unit.

"Tadi kami coba hitung kalau Rp4 juta saja per meter persegi itu luas bangunannya kurang lebih 3.200-an, artinya setiap unit rumah tapak di West Residence IKN untuk Menteri dibangun senilai Rp14,4 miliar," kata Lasarus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Kementerian PUPR, Rabu (25/1/2023).

Lasarus pun meminta penjelasan kepada Kementerian PUPR terkait apa saja material bangunan atau perabotan rumah para menteri di IKN.

"IKN ini kan menjadi perhatian serius oleh masyarakat Indonesia, apakah rumah Menteri ini dibangun segitu mewah [misalnya]. Kalau Rp4 juta per meter persegi ini apakah sudah temasuk dengan interiornya, piring-mangkoknya atau rumah itu sudah siap dihuni," tanya Lasarus.

Pertanyaan tersebut secara langsung ditanggapi oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto. Dia mengatakan, alokasi anggaran tersebut telah termasuk sejumlah perabotan, sehingga rumah sudah siap huni.

"Tentang harga ini karena speknya termasuk full furnished, jadi sudah termasuk isinya. Nanti memang Bapak dan Ibu Menteri yang akan menempati rumah tersebut tinggal masuk saja," jelas Iwan.

Di samping itu, Iwan menjelaskan, 36 rumah tapak tersebut memiliki 2 lantai dan 1 lantai semi-basement. Dia menggambarkan perumahan tersebut akan mirip dengan Widya Chandra Residence di Jakarta.

"[Progres] masih finalisasi Detail Engineering Design (DED), nanti diselesaikan dulu. [Gambarannya] seperti Widya Chandra Residence [Jakarta] tapi kami bikin versi lebih smart and green, ada 2 lantai plus semi-basement," kata Iwan saat ditemui di komplek DPR RI.

Adapun, anggaran yang dialokasikan untuk rumah tapak Menteri di IKN senilai Rp519,05 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2022-2024. Progres fisik saat ini mencapai 1,12 persen, sedangkan progres keuangan sebesar 15,12 persen.

Lebih lanjut, pihaknya telah menyiapkan dua tipe desain rumah yaitu tipe downslope dan tipe upslope dengan luas bangunan 580 meter persegi dan luas lahan 1.000 meter persegi.

"Pembangunan kontruksi rumah juga dilaksanakan secara pararel dengan landscape. Kami juga akan menanam pohon agar kondisi lokasi pembangunan tetap hijau dan rindang sehingga nyaman untuk dihuni," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IKN Kementerian PUPR rumah ibu kota negara Ibu Kota Baru
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top