Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Mayapada Beli Gedung eks Plaza Bali Rp1 Triliun, Ini Alasannya

Ini alasan Bank Mayapada dan Dato Sri Tahir lakukan transaksi jual beli gedung eks Plaza Bali senilai Rp1 triliun
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 28 November 2022  |  14:44 WIB
Bank Mayapada Beli Gedung eks Plaza Bali Rp1 Triliun, Ini Alasannya
Bank Mayapada - Ilustrasi/Bisnis.com - David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) telah resmi membeli gedung eks Plaza Bali senilai Rp1 triliun dari PT Gatsu Griya Megatama (GGM) milik anak ke-4 konglomerat Dato Sri Tahir, Jonathan Tahir.

Berdasarkan keterbukaan informasi, pembelian aset yang berlokasi di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Bali tersebut dilakukan pada 23 November 2022 lalu lewat transaksi afiliasi.

"Perseroan melakukan pembelian terhadap aset yang selama ini disewa dengan harga ekonomis dan dipergunakan sebagai Kantor Cabang," tulis manajemen Bank Mayapada dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (28/11/2022).

Seluruh dana hasil penjualan gedung tersebut akan disetor kembali kepada Perseroan sebagai penambahan modal. Dalam hal ini, Perseroan mempunyai keuntungan atas Transaksi Afiliasi.

Adapun, transaksi antara Mayapada dan GGM merupakan transaksi afiliasi yang tidak masuk sebagai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

Hal ini juga mengingat nilai transaksi afiliasi kurang dari 20 persen atas ekuitas perseroan senilai Rp13,85 triliun pada laporan keuangan per 30 Juni 2022.

"Transaksi antara Perseroan dengan GGM merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan POJK 42/2020, karena Tuan Dato' Sri Prof. DR. Tahir, MBA yang menjabat sebagai pemegang saham pengendali terakhir di Perseroan merupakan salah satu pemegang saham dalam GGM," tulis Manajemen.

Di sisi lain, GGM berkomitmen menggunakan dana penjualan Rp1 triliun tersebut untuk melakukan investasi atau penyertaan modal dengan mengambil bagian saham dalam rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue yang akan digelar oleh Bank Mayapada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti bank mayapada gedung
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top