Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ketersediaan Rumah di 2022 Meningkat 4 Persen, Backlog Teratasi?

Indeks supply atau ketersediaan rumah mengalami peningkatan sebesar 4 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 22 November 2022  |  19:20 WIB
Ketersediaan Rumah di 2022 Meningkat 4 Persen, Backlog Teratasi?
Foto udara pembangunan perumahan bersubsidi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (2/9/2022). ANTARA FOTO - Mohamad Hamzah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks supply atau ketersediaan rumah mengalami peningkatan sebesar 4 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Lantas, apakah backlog perumahan sebanyak 12,75 juta teratasi dengan meningkatkan pasokan rumah?

Meski meningkat, backlog masih menjadi tantangan bagi perumahan nasional. Pasalnya, kebutuhan rumah terus meningkat dengan bertambahnya 600.000-800.000 keluarga baru. Apalagi dengan adanya peningkatan indeks harga properti sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengatakan di kuartal ketiga 2022, indeks harga properti menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1 persen secara kuartalan yang diikuti indeks suplai sebesar 5,1 persen secara kuartalan.

Namun, dia melihat pasar properti di 2022 mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dari tahun-tahun di masa pandemi Covid-19 lalu. Meski, di awal tahun 2022 masih tercatat stagnasi dari segi supply dan demand.

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pada kuartal II/2022 mulai menunjukkan tren indeks harga properti yang meningkat sebesar 3,2 persen secara kuartalan.

Tren kenaikan ini juga terlihat pada indeks supply yang naik sebesar 1,3 persen. Sementara itu, permintaan naik sebesar 2 persen secara kuartalan.

"Pelonggaran protokol kesehatan mendorong pulihnya aktivitas ekonomi nasional. Selain itu, optimisme pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target membuat pelaku industri juga lebih optimistis dalam berinvestasi, termasuk pada sektor properti," kata Marine, dikutip Selasa (22/11/2022).

Dari segi permintaan meningkat hingga 10,5 persen per kuartal III/2022. Jika dilihat dalam jangka waktu setahun ke belakang, indeks harga dan indeks suplai menunjukkan peningkatan dari 2021 ke 2022 yaitu masing-masing sebesar 5 persen untuk kenaikan indeks harga, dan 4 persen untuk kenaikan indeks supply.

Di samping itu, tren positif pasar properti didorong oleh pencarian properti sepanjang 2022 yang didominasi oleh pencarian kelas menengah atas, dengan harga mulai dari Rp1 miliar yaitu sebesar 56 persen dari total pencarian properti di Rumah.com.

"Jumlah ini naik sebesar satu persen dari kuartal sebelumnya dan naik dua persen dibandingkan kuartal ketiga tahun 2021," ujarnya.

Adapun, permintaan meningkat secara variatif dengan kenaikan tertinggi yang dialami daerah Kabupaten Bekasi dengan peningkatan permintaan sebesar 124 persen sepanjang 2022. Sementara itu, penurunan permintaan terbesar terjadi pada kota Bogor yang turun 30 persen dalam setahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah backlog perumahan perumahan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top