Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelindo Bantah Kerusakan Alat Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) sebagai pengelola TPK Belawan membantah telah terjadi kerusakan alat bongkat muat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 November 2022  |  10:15 WIB
Pelindo Bantah Kerusakan Alat Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan
Ilustrasi kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan - JIBI - Bisnis.com.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) sebagai pengelola TPK Belawan membantah telah terjadi kerusakan alat bongkat muat jenis Container Crane (CC) yang merupakan alat untuk bongkar muat peti kemas di sisi dermaga.

Corporate Secretary SPTP, Widyaswendra, mengatakan kegiatan di dalam area terminal peti kemas berlangsung normal, tidak ada keterlambatan dalam kegiatan operasional. Bahkan menurutnya tidak ada peti kemas yang gagal muat ke atas kapal dan tidak ada peti kemas yang tertinggal.

Dari 10 unit CC yang ada di TPK Belawan seluruhnya masih normal dan dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat peti kemas dari dermaga ke atas kapal maupun sebaliknya.

"Kegiatan berlangsung normal, dengan 10 CC tersebut jika dalam kondisi maksimal dapat digunakan untuk melayani kegiatan bongkar muat 5 kapal peti kemas secara bersamaan," kata Widyaswendra, Senin (21/11/2022).

Selain 10 unit CC, TPK Belawan juga didukung oleh 22 unit alat jenis Rubber Tyred Gantry (RTG) yang merupakan alat untuk bongkar muat peti kemas di area lapangan penumpukan.

Menurut Widyaswendra, jumlah tersebut masih sangat cukup untuk menunjang kegiatan operasional terminal peti kemas di TPK Belawan. Lebih lanjut, dia menuturkan secara operasional yang ideal, 1 unit CC di dermaga membutuhkan dukungan 2 unit RTG di lapangan penumpukan.

Dia menegaskan dengan perbandingan jumlah alat jenis CC dan RTG di TPK Belawan masih ideal. Dari 22 unit RTG ada 1 unit yang saat ini sedang dilakukan pemeliharaan rutin.

Demikian halnya dengan proses penerimaan (receiving) dan pengiriman (delivery) peti kemas di TPK Belawan juga tidak ada kendala. Masa penumpukan receiving sudah dibuka sejak 5 hari sebelum jadwal keberangkatan kapal. Pada area lapangan penumpukan juga terdapat alat pendukung seperti Reach Stacker (RS) yang merupakan alat untuk mengangkat dan menumpuk peti kemas.

Widyaswendra menyebutkan jika saat ini perusahaan sudah memiliki saluran suara pelanggan yang dapat diakses oleh para pengguna jasa kapan saja dan di mana saja. Pihaknya menyebut para pelanggan dapat langsung menyampaikan kepada SPTP jika ada kendala operasional di lapangan.

Pelanggan juga dapat menghubungi masing-masing Customer Relations Officer (CRO) yang selama ini telah menjalin komunikasi yang baik dengan para pengguna jasa.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menyebut keluhan mengenai keandalan alat bongkar muat peti kemas di pelabuhan merupakan suatu hal yang wajar. Hal itu tak lepas salah satunya dari usia alat yang cukup berumur. Namun demikian, alat yang ada di sejumlah pelabuhan di Indonesia masih tergolong layak untuk mendukung operasional khususnya di terminal peti kemas.

"Kesiapan alat perlu diperhatikan, sehingga perlu adanya rencana pemeliharaan yang terjadwal dengan baik. Terlebih jika berkaitan dengan ketersediaan suku cadang," ujarnya.

Lebih lanjut, Siswanto mengapresiasi langkah Pelindo yang melakukan distribusi peralatan bongkar muat peti kemas pascamerger. Menurutnya hal itu dapat membantu pemenuhan peralatan di pelabuhan atau terminal yang belum didukung dengan alat yang memadai.

Dia berpesan agar alat yang didistribusikan ke terminal hendaknya merupakan alat yang andal dan siap untuk digunakan mendukung kegiatan operasional di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo pelabuhan belawan terminal peti kemas peti kemas
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top