Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Badai PHK Industri Tekstil, Sri Mulyani CS Turun Tangan

Menkeu Sri Mulyani ikut menyoroti fenomena 64.000 lebih pekerja industri tekstil dari 124 perusahaan terkena PHK per Oktober 2022.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 03 November 2022  |  14:40 WIB
Badai PHK Industri Tekstil, Sri Mulyani CS Turun Tangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan tentang arah kebijakan Pemerintah pada 2023 dan perkembangan ekonomi terkini saat wawancara dengan Redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (25/10/2022). - Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan bersama dengan kementerian atau lembaga lainnya akan melakukan monitoring menyusul PHK besar-besaran yang terjadi di berbagai sektor terutama tekstil.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (3/11/2022).

“Kita melihat terutama di sektor tekstil, kita menyampaikan bahwa fenomena ini akan kita monitor secara spesifik bersama dengan kementerian atau lembaga lain,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan badai HPK di industri tekstil terjadi di tengah pertumbuhan ekspor sektor tersebut. Sepanjang tahun ini, hingga September, pengapalan dengan kode HS61 atau pakaian dan aksesori rajutan, naik 19,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Kemudian produk HS62 atau pakaian aksesori non-rajutan tumbuh 37,5 persen yoy,s sedangkan HS64 atau alas kaki tumbuh 41,1 persen yoy.

“Kita tentu akan terus mendorong, termasuk menggunakan instrumen special mission vehicle [SMV] LPI, untuk bisa mendorong diversifikasi dari destinasi ekspor juga,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan terus meneliti apakah terjadi fenomena relokasi dari pabrik-pabrik.

“Ini masih akan kita perhatikan secara detail fenomena dari relokasi posisi manufaktur di Indonesia, terutama dari daerah yang upahnya tinggi ke daerah yang upahnya relatif rendah sehingga ini juga terlihat PHK di satu daerah namun muncul kesempatan kerja di daerah yang lain,” tuturnya.

Baru-baru ini, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Produk Tekstil Jawa Barat (PPTPJB) Yan Mei mengungkapkan sebanyak 64.000 lebih pekerja dari 124 perusahaan terkena PHK per Oktober 2022.

Dia juga menyebut, berdasarkan laporan yang dia terima, dari 14 kabupaten/kota di Jawa Barat, sebanyak 18 perusahaan tutup. 

"Sudah ada 14 kabupaten/kota yang memberikan laporan mengenai pengurangan atau putus kontrak. Kurang lebih yang kena PHK itu hampir 55.000 dan yang tutup ada 18 perusahaan," kata Yan Mei dalam konferensi pers 'Badai PHK di Industri TPT, Produsen Minta Pemerintah Turun Tangan', Rabu (2/11/2022).

Angka tersebut diperkirakan bakal terus bertambah, mengingat kondisi kinerja tekstil yang kian menurun.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa menambahkan, saat ini industri TPT tengah mengalami penurunan utilisasi, sebagai imbas dari perang Rusia-Ukraina yang membuat konsumsi masyarakat Eropa dan AS menurun. Sementara, pasar dalam negeri kembali dibanjiri produk impor.

“Inflasi di berbagai negara itu sudah mencapai 2 digit dan ada pelemahan mata uang. Ini yang membuat daya beli mereka juga menurun dan kebutuhan tekstil ini bukan kebutuhan primer,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani kementerian keuangan phk tekstil
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top