Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelemahan Yen Dorong Penjualan, Sony Kerek Prospek Laba Tahun 2022

Sony menaikkan prospek laba operasionalnya menjadi 1,16 triliun yen (US$7,8 miliar) dari sebelumnya 1,11 triliun yen.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 01 November 2022  |  17:28 WIB
Pelemahan Yen Dorong Penjualan, Sony Kerek Prospek Laba Tahun 2022
Sony Alpha 7 mark IV - sony
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sony Group Corp mengerek proyeksi laba setahun fiskal menyusul peningkatan penjualan sensor yang digunakan dalam produk iPhone yang didorong pelemahan yen Jepang.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (1/11/2022), perusahaan yang berbasis di Tokyo ini menaikkan prospek laba operasionalnya menjadi 1,16 triliun yen (US$7,8 miliar) dari sebelumnya 1,11 triliun yen.

Sony melaporkan laba operasional sebesar 344 miliar yen pada kuartal Juli-September, di atas proyeksi dalam konsensus ekonom sebesar 280,7 miliar yen. Yen yang lemah mampu mengangkat penjualan sensor citra Sony yang digunakan dalam iPhone dan beberapa smartphone lainnya.

Penjualan yang lebih kuat diperkirakan pada series iPhone 14 Pro dan 14 Pro Max yang menggunakan lebih banyak kamera daripada model dasar dan sensor. Selain itu, permintaan headset kelas high-end masih tinggi meskipun momentum melemah untuk versi entry-level.

Di sisi lain, Sony memangkas proyeksi tahunannya untuk segmen gim video dan memperkirakan laba mencapai 225 miliar yen dari sebelumnya 255 miliar yen.

Meskipun kekurangan pasokan PlayStation 5 mulai mereda saat krisis chip dan logistik terkait Covid-19 berakhir, perang di Ukraina dan pengetatan kebijakan moneter telah membatasi permintaan gim video dan barang-barang rekreasi lainnya.

Sony mampu menjual 3,3 juta unit PS5 pada kuartal II/2022 fiskal, sama seperti tahun sebelumnya. Divisi game mencatat penurunan penjualan salinan game fisik tahun ini dengan 62,5 juta unit, turun 18 persen dari kuartal yang sama tahun lalu. Pelanggan PS Plus turun menjadi 45,4 juta dari 47,3 juta pada kuartal sebelumnya.

Analis Toyo Securities Hideki Yasuda mengatakan kinerja dua pilar utama Sony, game dan sensor gambar, cenderung buruk namun tertolong oleh pelemahan yen.

 "Penjualan sensor gambar cenderung jatuh karena permintaan dari smartphone China turun. Penjualan PlayStation masih lesu dan jumlah pelanggan PlayStation Plus menjadi kekhawatiran tersendiri." jelasnya.

 Sony mengungkapkan bisnis penerbitan musiknya, serta film -film box office dan drama TV, terus menghasilkan pendapatan yang stabil. Sony memperkirakan kedua divisi mencatat kenaikan laba setahun penuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sony playstation kamera
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top