Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih PP Presisi (PPRE) Naik 34,5 Persen, Berkah Proyek Jalan Tol

Laba bersih PP Presisi (PPRE) sampai dengan kuartal III/2022 naik menjadi Rp144,5 miliar year-on-year (yoy.
Proyel PT PP Presisi Tbk./repro - pp-presisi.co.id
Proyel PT PP Presisi Tbk./repro - pp-presisi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pengerjaan sejumlah proyek jalan tol oleh PT PP Presisi Tbk. (PPRE) mendorong kenaikan capaian laba bersih pada periode kuartal III/2022.

Direktur Keuangan dan Manrisk PP Presisi Arif Iswahyudi menjelaskan, laba bersih PP Presisi meningkat 34,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi sebesar Rp144,5 miliar pada akhir September 2022 dari sebelumnya Rp107,4 miliar. 

Seiring dengan peningkatan total ekuitas pada akhir September 2022 sebesar 4,2 persen dari Rp2,9 triliun menjadi Rp3,1 triliun, pendapatan perseroan juga meningkat sebesar 40,1 persen. Pendapatan perseroan naik dari Rp1,8 triliun pada kuartal III/2021 menjadi Rp2,6 triliun pada kuartal III/2022.

"Peningkatan pendapatan tersebut mayoritas berasal dari proyek-proyek infrastruktur maupun jasa pertambangan masing-masing sebesar 63,5 persen dan 27,3 persen seiring dengan fokus bisnis pada kedua lini bisnis civil work dan mining services," ujar Arif melalui siaran pers, Selasa (1/11/2022). 

Sementara itu, untuk lini bisnis supporting, yaitu pada structure work, production plant, dan rental equipment berkontribusi terhadap total pendapatan sebesar 9,2 persen.

“Proyek-proyek infrastruktur tersebut terdiri atas proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi, proyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran, proyek peningkatan Jalan Empunala, proyek Bandara Kediri, proyek revitalisasi Bandara Halim, proyek Tol Cisundawu, dan proyek Kawasan Industry Batuta, serta peningkatan kinerja operasional pada proyek-proyek jasa pertambangan, salah satunya berasal dari proyek Weda Bay”, katanya.

Dia menambahkan, pendapatan dari segmen usaha jasa pertambangan berkontribusi sebesar Rp720,6 miliar, meningkat jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu Rp32,6 miliar.

Di sisi lain, total aset perseroan tercatat meningkat 10 persen, dari sebesar Rp7,02 triliun per 31 September 2021 menjadi Rp7,74 triliun per 31 September 2022. Peningkatan tersebut seiring dengan pembiayaan capex pembelian alat berat yang digunakan untuk mendukung proyek jasa pertambangan.

"Peningkatan kinerja maupun perolehan kontrak baru pada segmen usaha jasa pertambangan, kami harapkan dapat terus meningkat pada periode berikutnya dan menjadi sumber recurring income yang dapat meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper