Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Repsol Disebut Tak Minat Ngebor Sumur ke-2 di Blok Andaman III, Kenapa?

WK Andaman III merupakan blok migas eksplorasi yang terletak di lepas pantai Aceh dan dikelola oleh Repsol Andaman B.V.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Oktober 2022  |  13:35 WIB
Repsol Disebut Tak Minat Ngebor Sumur ke-2 di Blok Andaman III, Kenapa?
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Repsol Andaman B.V di Wilayah Kerja (WK) Andaman III disebut tidak berkomitmen untuk melanjutkan pengeboran pada sumur eksplorasi ke-2 guna membuktikan cadangan migas di blok lepas pantai Aceh tersebut.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, manuver Repsol itu diambil selepas tajak atau pemboran laut dalam perdana pada Sumur Rencong-1X yang dianggap kurang memuaskan. 

“Dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mungkin kemarin agak gagal sedikit di Andaman III, Repsol mudah-mudahan walaupun tidak ada komitmen di sumur ke-2 disuruh saja, kalau ngebor pasti dapat,” kata Fatar saat membuka Northern Sumatra Forum atau 2nd NSF yang disiarkan secara virtual, Kamis (27/10/2022).

Kendati demikian, Fatar memastikan, pemerintah bersama dengan SKK Migas tengah mendorong sejumlah insentif fiskal dan kemudahan bisnis bagi pengusahaan industri hulu migas mendatang. Misalkan, pemerintah akan melepaskan pungutan pajak operasi hulu migas di lepas pantai atau offshore yang belakangan masih dikenakan kepada KKKS. 

Selain itu, dia juga mengatakan, pemerintah tengah mematangkan peraturan presiden atau Perpres terkait dengan percepatan perizinan operasi hulu migas. Harapannya, kegiatan produksi KKKS dapat dipercepat setelah ditemukannya cadangan gas terbukti di suatu wilayah kerja.

“Ini penting karena di dalam pengembangan wilayah kerja itu butuh waktu. Kalau dulu itu dari eksplorasi sampai bisa produksi itu bisa 7 hingga 10 tahun, Masela hampir 30 tahun tidak berproduksi. Harapan kita kalau bisa 3 tahun begitu eksplorasi ketemu 3 tahun sudah berproduksi,” kata dia.

Sebelumnya, BPMA dan Repsol Andaman B.V telah berhasil melakukan tajak perdana pada Sumur Rencong-1X di perairan Provinsi Aceh. Hal ini dilakukan dalam rangka mencari cadangan migas yang baru. 

Deputi Operasi BPMA Edy Kurniawan menyampaikan bahwa instansi itu terus mendorong KKKS untuk melakukan kegiatan pemboran yang masif dalam rangka menemukan cadangan migas baru. Diharapkan dengan adanya penemuan yang baru ini, ketersediaan migas nasional tetap terjaga serta mendukung berjalannya roda ekonomi khususnya di Aceh. 

“Kami mengapresiasi komitmen Repsol Andaman B.V selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang saat ini sedang melakukan pemboran laut dalam di Perairan Aceh. Kegiatan ini tentunya dapat berjalan dengan baik karena ada dukungan dukungan stakeholder daerah dalam kelancaran kegiatan pemboran ini,” katanya dalam siaran resmi, Rabu (20/7/2022).

Sumur eksplorasi lepas pantai terletak di Wilayah Kerja (WK) Andaman III dengan kedalaman air laut sekitar 1.100 meter. Pemboran lepas pantai yang dilaksanakan kurang lebih berjarak 42 km dari garis pantai Aceh Utara tersebut merupakan jenis pemboran laut dalam atau deepwater.  

WK Andaman III adalah WK eksplorasi yang dimenangkan oleh Talisman pada lelang wilayah kerja pada tahun 2009. Kontrak kerja sama WK Andaman III menggunakan skema cost recovery dengan jangka waktu kontrak selama 30 tahun. Pada tahun 2015, Repsol mengakuisisi Talisman sehingga WK tersebut dikelola oleh perusahaan migas asal Spanyol itu.

Kemudian pada 2019, perusahaan migas asal Malaysia, Petronas melalui anak usahanya Petronas Andaman B.V. mengakuisisi 49 persen hak partisipasi WK Andaman III dari Repsol Andaman B.V., anak perusahaan Repsol S.A. WK ini terletak di lepas pantai Aceh dengan luas area saat ini setelah dilakukan penyisihan sebagian wilayah kerja seluas 4684.32 kilometer persegi.

Blok Andaman III merupakan bagian dari rangkaian Wilayah Kerja Andaman yang terletak di perairan Selat Malaka. Wilayah kerja lain yang terdapat di dalam regional ini adalah WK Andaman I dan South Andaman yang dioperasikan oleh Mubadala Petroleum dan WK Andaman II yang di operasikan oleh Premier Oil Andaman Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Andaman Badan Pengelolaan Migas Aceh-BPMA blok migas
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top