Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APMF 2022 Soroti Pentingnya Transformasi Brand di Era Digital

Transformasi brand menjadi salah satu topik bahasan dalam Asia Pacific Media Forum (APMF) 2022: METAMORPHOSIS
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 22 Oktober 2022  |  16:56 WIB
APMF 2022 Soroti Pentingnya Transformasi Brand di Era Digital
Suasana Asia Pacific Media Forum (APMF) 2022: METAMORPHOSIS yang digelar 20-21 Oktober 2022. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Transformasi terbesar dalam tren konsumen di masa pandemi merupakan bagaimana mereka yang berinteraksi dalam ekosistem hybrid. Konsumen masa kini semakin jeli dalam memilih kegiatan dari brand dan lebih tertarik pada kegiatan yang mampu menghadirkan pengalaman menyeluruh secara offline dan online. 

Hal tersebut menjadi topik bahasan utama dalam Asia Pacific Media Forum (APMF) 2022: METAMORPHOSIS yang digelar di Bali, 20-21 Oktober 2022. Transformasi konsumen dan brand juga perlu untuk bertransformasi agar tetap relevan. 

Brand yang dapat memberikan pengalaman menarik dan relevan di tengah era digital kini begitu dinamis akan menjadi brand yang diingat oleh konsumen. Hal ini yang disampaikan dalam keynote pembuka dari Founder dan CEO Zen Media Shama Hyder di APMF 2022.  

Shama mengatakan pelaku industri pemasaran kini sedang berada di sebuah era yang menakjubkan. Seiring berubahnya pola kebiasaan konsumen dari interaksi sosial di luar ruangan menjadi terisolasi, apalagi dengan bertambahnya berbagai perantara yang membantu interaksi dengan konsumen.

"Menjadi semakin penting untuk memikirkan cara meningkatkan relevansi brand. Ketika semakin banyak orang membicarakan suatu brand, semakin tinggi pula peluang brand tersebut memperluas jangkauan pasar," jelasnya, dikutip Sabtu (22/10/2022).

Global Lead Strategy Nike Weiden dan Kenedy Sonal Narain juga membagikan ceritanya tentang pelajaran yang ia dapatkan dalam mempertahankan relevansi brand.  

Kenedy mengatakan brand perlu memahami kultur hingga berbicara dengan bahasa dan melihat dari sudut pandang konsumen, menunjukkan secara konsisten dan genuine bahwa setiap aksi mereka memang terinspirasi dan dilakukan untuk konsumen.

"Selain itu, penting ada kepercayaan yang terbentuk antara brand dengan konsumen secara autentik. Namun, brand harus paham kepercayaan merupakan hasil dari konsistensi dan tidak dapat dibangun dalam waktu singkat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Co-Chairwoman APMF Devi Attamimi memaparkan berbagai transformasi industri yang kini semakin pesat. Mulai dari budaya fandom, metaverse, e-sports, hingga transformasi media sosial sebagai super app memperkaya keseluruhan diskusi selama acara. 

Seperti diketahui, APMF 2022 telah merampungkan perhelatan yang dilaksanakan selama dua hari dari 20-21 Oktober 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center. Lebih dari 30 pembicara kelas dunia menginspirasi sekitar 1.000 pelaku industri media dan periklanan yang hadir untuk terus terbuka pada kesempatan-kesempatan baru, bahkan membuat gebrakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

era digital brand
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top