Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Adidas Suram, Stok Sepatu Menumpuk

Adidas memangkas proyeksi margin operasional tahun ini menjadi 4 persen dari 7 persen.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 21 Oktober 2022  |  17:11 WIB
Kinerja Adidas Suram, Stok Sepatu Menumpuk
Tampilan sepatu Adidas Ultraboost DNA x Lego Plates - Dok. Adidas.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen sepatu Adidas AG memperkirakan kinerja hingga akhir tahun melambat karena permintaan di China dan pasar barat melemah.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (21/10/2022), manajemen Adidas memangkas proyeksi margin operasional tahun ini menjadi 4 persen dari 7 persen. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan pada tahun 2022 juga diperkirakan merosot hingga satu digit.

Perusahaan memperkirakan laba akan terkikis hingga 500 juta euro (US$ 488 juta) tahun ini, terkait dengan sejumlah hambatan termasuk penutupan outlet di Rusia.

Saham Adidas merosot 9,91 persen pada perdagangan hari ini ke 103,34 euro per saham di bursa Eropa. Saham kompetitornya, Puma SE, juga melemah 6,49 persen pada awal perdagangan.

Anjloknya penjualan memperpanjang berita buruk dari Adidas ketika Chief Executive Officer Kasper Rorsted bersiap untuk mundur pada 2023 setelah masa jabatan enam tahun yang penuh gejolak berakhir.

Adidas telah berjuang untuk menghasilkan produk-produk yang menarik penjualan di bawah pengawasan Rorsted dan menghadapi serangkaian krisis. Bahkan, pada awal bulan Oktober Adidas mengevaluasi kerja sama dengan Kanye West dengan product Yeezy di tengah meningkatnya krisis dan perilaku tidak menentu dari ikon dan desainer hip-hop tersebut.

Adidas mengatakan penurunan prospek kinerja mencerminkan tren penurunan di penjualan China dan permintaan di pasar barat sejak September. Hal ini diperkirakan juga akan menyebabkan membludaknya stok untuk didiskon.

Meski penjualan menurun, China pernah membesarkan merek Adidas hingga bertumbuh besar, meskipun tidak lama karena adanya bikot konsumen dan pembatasan covid-19 sehingga merusak penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adidas Adidas
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top