Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Heboh! Ibu Kota Jabar Bakal Pindah, Ini Penjelasan Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menepis isu perpindahan Ibu Kota Jabar dari Bandung ke Tegalluar. Begini penjelasannya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan 11 kabuten/kota masuk dalam status zona merah./Istimewa-Humas Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan 11 kabuten/kota masuk dalam status zona merah./Istimewa-Humas Jabar

Bisnis.com, JAKARTA - Isu perpindahan Ibu Kota Jawa Barat dari Bandung ke Tegalluar tengah ramai diperbincangkan publik. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung merespons isu tersebut.

Ridwan Kamil membantah bahwa Ibu Kota Jawa Barat akan dipindahkan. Dia menegaskan bahwa Ibu Kota Jabar akan tetap berada di Bandung.

"Bukan pemindahan ibu kota, tapi wacana penyatuan pusat pemerintahan. Jadi jangan pakai sebutan ibu kota karena itu jelas berbeda," kata Ridwan dikutip dari laman resminya, Minggu (16/10/2022). 

Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan bahwa bukan ibu kota provinsi yang berpindah, melainkan pusat pemerintahan akan berkumpul di tiga kawasan yaitu Tegalluar, Walini, dan Kertajati.

Menurutnya, penyatuan antara pusat pemerintahan dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tegalluar, Kabupaten Bandung masih dalam tahap wacana saja. 

"Jadi Ibu Kota Jabar tetap Bandung, tapi pusat pemerintahan kantornya berkumpul di tiga kawasan potensial yaitu Tegalluar karena pusat pertumbuhan, Walini dan Kertajati," tegasnya,

Lantas, mengapa Tegalluar diklaim paling cocok sebagai salah satu lokasi pusat pemerintahan Jabar? 

Area yang merupakan titik akhir dari pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu diklaim sebagai strategis menjadi simpul beberapa ruas jalan tol dan pusat ekonomi lainnya.

"Potensi Tegalluar bagus karena simpulnya di situ, hendak ke Cisumdawu di situ, ke Jakarta, Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), kereta cepat juga di situ. Jadi kawasan ini sangat strategis. Dari situ ke Stadion GBLA juga tinggal menyeberang, ke Masjid Al Jabbar cuma lima menit," jelasnya. 

Adapun, wacana pemindahan pusat pemerintahan Jawa Barat ini masih dikaji lebih dalam dan belum diputuskan. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mempertanyakan hal tersebut. Namun, Ridwan Kamil mengaku masih membutuhkan musyawarah dan persetujuan dari berbagai pihak lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet mengungkap bahwa Tegalluar, lokasi salah satu stasiun Kereta Cepat, merupakan di antara tiga kandidat calon ibu kota baru Jawa Barat. 

Dwiyana mengatakan, bahwa hal tersebut dikutipnya dari yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yakni tiga kandidat tersebut adalah Walini, Kertajati, dan Tegalluar.

"Dengan adanya rencana pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, bahkan Pak Gubernur Jawa Barat tadi menyampaikan [Tegalluar] menjadi satu opsi yang besar kemungkinanya untuk peralihan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Tinggal mendorong dukungan secara politik," kata Dwiyana setelah peninjauan proyek KCJB, Kamis (13/10/2022).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper