Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Trio Ekonom AS Ini Raih Nobel Ekonomi 2022, Ada Mantan Gubernur The Fed Bernanke

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menganugerahkan Nobel Ekonomi 2022 kepada Bernanke, Douglas W. Diamond, dan Philip H. Dybvig.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  18:56 WIB
Trio Ekonom AS Ini Raih Nobel Ekonomi 2022, Ada Mantan Gubernur The Fed Bernanke
(ki-ka) ilustrasi Ben S. Bernanke, Douglas W. Diamond, dan Philip H. Dybvig yang meraih penghargaan Nobel Ekonomi 2022. - Nobel Prize / Niklas Elmehed
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Gubernur Federal Reserve AS Ben S. Bernanke dan dua rekannya meraih penghargaan Nobel Ekonomi 2022 atas penelitian mereka mengenai krisis perbankan dan keuangan.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (10/10/2022), Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menganugerahkan Nobel Ekonomi kepada Bernanke, Douglas W. Diamond, dan Philip H. Dybvig. Ketiganya berbagi penghargaan senilai 10 juta krona (US$885.000).

Komite Nobel mengatakan ketiga pemenang telah meningkatkan pemahaman mengenai peran bank dalam perekonomian, terutama selama krisis keuangan, serta bagaimana mengatur pasar keuangan.

“Penelitian mereka mengurangi risiko krisis keuangan yang berkembang menjadi depresi jangka panjang dengan konsekuensi yang parah bagi masyarakat,” ungkap Komite Nobel di akun Twitter @NobelPrize.

Komite mengatakan Bernanke mendapat penghargaan karena telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan menambahkan praktisi kebijakan ekonomi yang sebenarnya. Sebaliknya, banyak pemenang sebelumnya tetap berakar kuat di dunia akademis.

Dengan sumber sejarah dan metode statistik, analisis Bernanke menunjukkan faktor-faktor mana yang penting dalam penurunan produk domestik bruto (PDB). Dia menemukan faktor-faktor yang secara langsung terkait dengan bank-bank gagal yang mengakibatkan penurunan tersebut.

Sementara itu, Diamond dan Dybvig dipuji atas penelitian mereka yang mengidentifikasi kerentanan bank terhadap potensi kejatuhan dan bagaimana pemerintah dapat mencegahnya. Sementara itu, studi Bernanke menganalisis The Great Depression.

Tahun lalu, David Card dari University of California Berkeley, Joshua D. Angrist dari Massachusetts Institute of Technology, dan Guido W. Imbens di Stanford University meraih penghargaan Nobel Ekonomi 2021 karena menerapkan eksperimen yang memanfaatkan situasi kehidupan nyata untuk merevolusi penelitian empiris.

Bernanke sekarang berada di Brookings, Washington. Adapun Diamond berada di University of Chicago, sedangkan Dybvig berada di Washington University di St. Louis, Missouri.

Dalam sambutannya, Diamond mengatakan berita penghargaan tersebut sangat mengejutkan. Ia kemudian menjelaskan apa yang ditunjukkan oleh penelitiannya tentang gejolak keuangan dan bagaimana menghindarinya.

“Krisis terjadi ketika orang mulai kehilangan kepercayaan pada stabilitas sistem. Bersiaplah untuk memastikan bahwa bagian Anda dari sektor perbankan dianggap sehat dan tetap sehat, dan untuk merespons secara terukur dan transparan terhadap perubahan kebijakan moneter,” ungkap Diamon.

Penghargaan Nobel Ekonomi didirikan oleh bank sentral Swedia pada tahun 1968, selain Nobel lain termasuk fisika, kimia, kedokteran, perdamaian dan sastra. Nobel Ekonomi diinisiasi atas kehendak Alfred Nobel.

Penghargaan ini secara resmi dikenal sebagai Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel. Di antara penerima Nobel Ekonomi abad ke-20 yang paling terkenal adalah Milton Friedman, James Tobin, Paul Krugman, dan Friedrich August von Hayek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hadiah nobel nobel ben bernanke bernanke nobel ekonomi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top