Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelindo Klaim Hemat Rp500 Miliar Pascamerger

Pelindo mengklaim mampu melakukan penghematan hingga Rp500 miliar setelah setahun merger.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 Oktober 2022  |  06:49 WIB
Pelindo Klaim Hemat Rp500 Miliar Pascamerger
Suasana di Pelabuhan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate. - Dok. Pelindo 1
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengklaim mampu melakukan penghematan hingga Rp500 miliar dari optimalisasi aset yang dilakukan oleh subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). 

Corporate Secretary SPTP Widyawendra menjelaskan nilai penghematan tersebut didapat dari sejumlah relokasi peralatan yang dilakukan oleh perseroan. Relokasi peralatan pendukung kepelabuhanan dilakukan oleh SPTP untuk memenuhi kebutuhan minimal peralatan di terminal peti kemas yang membutuhkan.

Hingga September 2022, sedikitnya SPTP telah merelokasi 3 unit alat angkat peti kemas di atas dermaga, serta 4 unit alat angkat peti kemas di lapangan penumpukan.

Dia menyebutkan jika dirinci, nilai alat baru jenis QCC berkisar antara Rp140 milliar hingga Rp160 milliar per unit, sedangkan untuk jenis RTG berkisar antara Rp40 milliar hingga 50 milliar.

Dia pun memperkirakan jumlah aset yang dioptimalkan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas hingga 2025 mencapai 99 peralatan yang akan direlokasi ke sejumlah terminal peti kemas di seluruh wilayah kerja perusahaan.

"Selama setahun, penghematan dari optimalisasi aset sedikitnya mencapai Rp500 miliar," kata Widyawendra melalui keterangan resmi, Kamis (6/10/2022).

Optimalisasi aset ini dilakukan untuk mendukung standardisasi terminal peti kemas dengan cara memenuhi kebutuhan minimum peralatan, ketimbang jika harus melakukan pembelian baru melalui pengadaan yang membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak sedikit.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan saat ini terdapat ketimpangan antara terminal peti kemas di wilayah barat dengan wilayah timur di Indonesia. Sejumlah terminal peti kemas belum didukung dengan peralatan yang memadai. Akibatnya kinerja bongkar muat di sejumlah terminal masih belum maksimal.

Lebih lanjut, Siswanto mengapresiasi langkah Pelindo untuk melakukan relokasi sejumlah peralatan utama dan pendukung kegiatan terminal peti kemas. Menurutnya, selain sejumlah program perbaikan dan peningkatan kompetensi petugas operasional, peralatan juga menjadi hal penting dalam meningkatkan kinerja terminal peti kemas.

“Dengan kinerja bongkat muat yang baik, maka waktu kapal berada di terminal peti kemas menjadi lebih cepat, sehingga mereka dapat segera berlayar dan diharapkan dapat menambah jumlah kunjungan kapal,” jelas Siswanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo holding bumn
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top