Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan China Setengah-setengah Dukung Rusia, Kremlin OTW Bangkrut?

Faktor ekonomi membuat China tampak setengah-setengah dalam mendukung Rusia.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  09:12 WIB
Ini Alasan China Setengah-setengah Dukung Rusia, Kremlin OTW Bangkrut?
cina23.jpg Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin memastikan latihan milter tentara nasional China di dekat Taiwan sejalan dengan konstitusi negara dan hukum internasional. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Alasan China terlihat setengah-setengah dalam membantu Rusia ternyata erat kaitannya dengan urusan ekonomi dan keuntungan global.

Seperti diketahui, hubungan antara China dan Rusia semakin dekat setelah Kremlin melakukan invasi ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Tiongkok bahkan mengirim 2000 pasukan untuk berlatih di Rusia. Akan tetapi jika dilihat dalam delapan bulan ini, China tampak setengah-setengah dalam membantu Kremlin.

Sempat tersiap kabar jika militer Vladimir Putin banyak yang dipukul mundur tentara Ukraina. Adapula spekulasi jika Rusia sudah banyak kehilangan persenjataan di medan perang.

Namun, China tak terlalu menanggapi isu tersebut dengan mengirim bantuan seperti yang dilakukan AS kepada Ukraina. Mengapa demikian?

Dilansir dari Heritage.org, Rusia terkunci dalam perang yang membuat ekonominya babak belur oleh gelombang sanksi Barat.

Laporan tersebut menulis hahwa Rusia bukan lagi negara adidaya sejak melakukan invasi ke Ukraina.

GDP-nya diprediksi hanya menyentuh ngka $1,5 triliun yang kurang dari Provinsi Guangdong di China yang mencapai $1,8 triliun. 

Kelemahan ekonomi ini membuat China berpikir matang jika berencana ingin berada di sisi Rusia dalam waktu yang lama.

China secara ekonomi penting bagi Rusia, namun tidak sebaliknya.

Rusia hanya menyumbang sebagian kecil dari perdagangan China (2 persen pada tahun 2021). Hubungan perdagangan Beijing dengan AS dan Eropa jauh lebih besar (26 persen pada 2021), menurut Trade Data Monitor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia china vladimir putin

Sumber : Heritage.org, Independent

Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top