Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemda Tergiur Sumur Migas Mangkrak Milik Pertamina

Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (APDMET) memetakan setidaknya terdapat lebih dari 1.000 sumur yang masih dapat diolah.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  17:12 WIB
Pemda Tergiur Sumur Migas Mangkrak Milik Pertamina
Sejumlah pekerja melakukan perawatan sumur Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan tengah membidik pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi (migas) milik PT Pertamina (Persero) yang kurang ekonomis.

Ketua ADPMET Ridwan Kamil mengatakan sumur-sumur migas yang secara keekonomian oleh Pertamina kurang layak, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah penghasil migas. Pasalnya, daerah-daerah penghasil migas dapat mengelola sumur-sumur tersebut secara mandiri tanpa harus mengeluarkan anggaran yang besar.

"Sekarang kami tugasnya melobi agar daerah diperkenankan mengelola aset itu dengan formula ekonomis," ujar dalam acara focus group discussion (FGD) media gathering SKK Migas dan KKKS, Senin (4/10/2022).

Ridwan Kamil menjelaskan potensi dari sumur migas mangkrak milik Pertamina sangat besar. ADPMET memetakan setidaknya terdapat lebih dari 1.000 sumur yang masih dapat diolah.

Kendati demikian, dari sejumlah sumur tersebut hanya beberapa sumur saja yang sudah mencapai kesepakatan dengan Pertamina dan selebihnya masih dalam tahap pembahasan dengan ADPMET.

Dia menuturkan nantinya pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) akan mengelola sumur-sumur itu yang nantinya mayoritas hasil olahannya akan menjadi milik daerah

"Pertamina kan yang punya asetnya, ibaratnya kita meminjam mobil yang tidak dipakai lagi, mobilnya kita pakai, kita rawat kita bayar, tapi kan secukupnya saja mayoritas income dari kendaraan yang dipakai menghasilkan ekonomi ada di pemakai baru," jelasnya.

Adapun, keterlibatan daerah penghasil migas dalam pengelolaan sumber daya alam tengah didorong untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Ridwan Kamil memaparkan, Jawa Barat yang telah berhasil mendapatkan participating interest (PI) sebesar 10 persen telah mampu mendatangkan pemasukan untuk daerah.

"Jabar dapat Rp300 miliar per tahun dari ONWJ ladang minyak dengan Pertamina di depan Karawang," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas skk migas blok migas hulu migas pertamina
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top