Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Kedelai Tembus Rp13.000 per Kg, Harga Tahu Tempe Bakal Naik

Perajin tahu dan tempe akan menaikkan harga jualnya setelah harga kedelai naik menjadi Rp13.000 per kilogram.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 30 September 2022  |  19:02 WIB
Harga Kedelai Tembus Rp13.000 per Kg, Harga Tahu Tempe Bakal Naik
Perajin tahu / Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perajin tahu dan tempe akan menaikkan harga jualnya sebesar 20-30 persen. Hal tersebut tak terlepas dari reli kenaikan harga kedelai yang saat ini menyentuh Rp13.000 per kilogram di tingkat produsen. Padahal, dua bulan lalu harga kedelai masih Rp11.000 per kg.

Ketua Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut mengomunikasikan kepada masyarakat mengenai kenaikan harga tersebut.

“Kami meminta Kemendag pun turut mengeksposure kenaikan ini,” ujar Aip saat dihubungi, Rabu (28/9/2022).

Berdasarkan data Kemendag, harga kedelai per 30 September 2022 adalah Rp 14.200 per kg. Harga kedelai hari ini naik 14,51 persen dibandingkan harga kedelai pada 24 September 2021 senilai Rp 12.400. Kenaikan harga kedelai tertinggi terjadi pada 2021 atau sekitar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Aip menjelaskan, kenaikan harga kedelai pun turut mengurangi sekitar 30 persen produktivitas perajin tahu tempe. Sebab, pasokan kedelai untuk perajin berkurang cukup drastis.

“Perajinnya tetap, tapi produksi turun. Makanya, sekarang pendapatan turun, gizinya turun banyak kelaperan dan lain lain. Karena tidak ada penghasilan lain selain tempe tahu. Biasanya dapat 100 kg, sekarang Cuma 70 kg. Dari 70 kg, jadi 50 kg,” ujarnya.

Menurut Aip, saat ini pasokan kedelai impor sendiri memang sedang turun. Biasanya kebutuhan Indonesia terhadap kedelai impor rata-rata 2,5 juta ton. Akan tetapi, saat ini hanya sekitar 1,8 juta ton.

“Makanya perajin biasanya dapat 100 kg, sekarang cuma 70 kg, ada yang 50 kg,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan subsidi kedelai Rp1.000 per kg cukup mengurangi beban perajin tahu dan tempe.

Diketahui, Perum Bulog ditargetkan mensubsidi selisih harga senilai Rp 1.000 per kg pada April-Juli 2022 untuk 800.000 ton kedelai. Namun demikian, realisasi program tersebut hanya 10 persen dari target atau sebanyak 80.000 ton. Saat ini program tersebut kembali akan dilanjutkan hingga 31 Desember 2022.

Sementara itu, Kemendag memaklumi rencana perajin tahu tempe yang akan menaikkan harga jualnya. Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menyampaikan harga kedelai memang berkontribusi sebanyak 68 persen dari biaya produksi tempe.

"Jadi, kalau harga kedelai naik 30 persen, harga tempe naik hampir 20 persen. Itu yang kami lihat," kata Syailendra saat dihubungi, Rabu (28/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tahu tempe perajin tahu tempe kedelai harga kedelai
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top