Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiket Pesawat ke Bali Mulai Ludes Jelang KTT G20, Luhut Minta Menhub Tambah Alokasi

Luhut menerima laporan bahwa jumlah penumpang ke Bali telah meningkat lebih dari 123 persen terutama jelang penyelenggaraan KTT G20.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 September 2022  |  20:30 WIB
Tiket Pesawat ke Bali Mulai Ludes Jelang KTT G20, Luhut Minta Menhub Tambah Alokasi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengunjungi kawasan Mangrove Tahura dan Garuda Wisnu Kencana terkait persiapan pelaksanaan KTT G20, Jumat (6/5/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan meminta secara khusus kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar bisa menambah alokasi tiket pesawat yang terkoneksi dengan Bali menyusul tingginya tingkat permintaan jelang KTT G20.

Luhut menyebut jumlah wisatawan ke Bali mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir setelah pandemi Covid-19 mereda. Dia pun menerima laporan bahwa jumlah penumpang ke Bali telah meningkat lebih dari 123 persen terutama jelang penyelenggaraan KTT G20.

Alhasil, sambung Luhut, banyak yang hendak melakukan pemesanan tiket pesawat jelang KTT G20 tetapi sudah tidak bisa mendapatkannya lagi.

“Saya sudah ingatkan Menhub agar booking pesawat yang terkoneksi dari Singapura dan dari manapun masuk ke Bali untuk G20 ini bisa ditambah,” ujarnya, Selasa (27/9/2022).

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi memproyeksikan dengan adanya perhelatan KTT G20 pada akhir tahun ini di Bali menjadi peluang bagi perseroan untuk pulih lebih cepat. Agenda internasional tersebut memang diselenggarakan di Bali tetapi akan berdampak ke bandara lainnya. Faik memperkirakan akan ada 20 kepala negara hadir dan 10 kepala negara yang merupakan undangan khusus melalui bandara yang dikelola oleh AP I.

Secara total, sebutnya, akan ada sebanyak 39 pesawat kepresidenan yang tidak semua parkir di Bali tetapi akan dibagi ke bandara lain di sekitar Bali. Belum lagi, AP I saat ini telah masuk ke holding BUMN aviasi dan pariwisata bersama dengan 5 BUMN lainya menjadikan peluang mendorong pergerakan penerbangan melalui kegiatan pariwisata yang diintegrasikan dengan BUMN holding.

Guna mengoptimalkan peluang kebangkitan industri penerbangan tersebut, dia menilai perlu dibarengi dengan upaya relaksasi kebijakan penerbangan.

“Kami proyeksikan sampai akhir tahun ini target sebesar 50 juta penumpang setahun tercapai,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berharap pembukaan rute internasional yang dilakukan maskapai asing bisa mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke dalam negeri.

Sandiaga menuturkan pada akhir pekan lalu, Malaysia Airlines telah membuka penerbangan dari Pekanbaru ke Kuala Lumpur. Kabar ini, menjadi tonggak pembukaan acara G20 seiring dengan intensnya pembukaan penerbangan langsung.

Tak hanya Malaysia Airlines, lanjut Sandiaga, pemerintah daerah Sulawesi Utara juga menandatangani kesepakatan dengan Jeju Air untuk penerbangan langsung dari Manado ke Korea Selatan. Selain itu, Garuda Indonesia juga memulai penerbangan dari Jepang ke Bali 3 kali seminggu per November 2022.

"Mudah-mudahan dibuka penerbangan langsung ini bukan semuanya jebol ke luar negeri dari masing masing destinasi, tetapi justru malah wisatawan asing ke domestik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 G20 Indonesia KTT G20 Luhut Pandjaitan bali
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top