Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda Indonesia (GIAA) Bisa Cuan Rp57 Triliun, Ini Penyebabnya

PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengklaim mampu mencetak laba senilai US$3,8 miliar atau setara Rp57,38 triliun per Semester I/2022.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 September 2022  |  09:12 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Bisa Cuan Rp57 Triliun, Ini Penyebabnya
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengklaim mampu mencetak laba senilai US$3,8 miliar atau setara Rp57,38 triliun (kurs Rp15.100) pada Semester I/2022.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan pihaknya bakal melaporkan dalam waktu dekat kinerja positif ini kepada publik.

Dia mengungkapkan pencapaian ini sebagai imbas hasil Perjanjian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Hal ini juga ditunjukkan dalam bahan paparan yang dipresentasikannya saat rapat dengan Komisi XI DPR.

Dalam paparannya, Irfan menyebut Garuda berhasil mencatatkan laba bersih pada Juni 2022 sebesar US$3,81 miliar dikarenakan adanya pendapatan restrukturisasi utang seiring dengan disetujuinya perjanjian perdamaian dalam proses PKPU yang membuat ekuitas membaik menjadi senilai US$1,5 miliar.

“Insya Allah kita akan mengumumkan kepada publik dalam waktu dekat bahwa Garuda, selain kita positif dari segi operasional tetapi juga mencatatkan laba bersih US$3,8 miliar dolar pada Semester I/2022, diakibatkan oleh hasil perjanjian perdamaian yang kita lakukan di dalam PKPU," kata Irfan saat rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (26/9/2022).

Selain itu, Irfan juga dalam paparannya menjelaskan bahwa laba bersih senilai US$3,8 miliar itu mayoritas diperoleh dari cancelation of debt yang turun dari US$10 miliar ke US$5 miliar.

"Jadi nilai US$3,8 ini mayoritas diperoleh dari situ, yaitu cancelation of debt. Jadi utang yang turun dari US$10 miliar ke US$5 miliar menjadi salah satu penyebab utamanya. Demikian juga dengan kinerja ekuitasnya,” ujarnya.

Dengan angka tersebut, Irfan pun optimistis bahwa kinerja Garuda Indonesia pada tahun ini semakin gemilang. Dia mengungkapkan secara grafik pada 2022 ini, garis birunya sudah mulai menunjukkan peningkatan di atas garis merah. Kurva ini yang menunjukkan perseroan bisa makin profitable.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetyo menyebutkan dengan dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada Garuda akan memperbaiki likuiditas perseroan, dan menyokong biaya perawatan pesawat yang dimiliki Garuda.

"PMN ini juga merupakan bagian komitmen saat kami bernegosiasi dengan para lessor dan kreditur. Komitmen pemerintah Rp7,5 triliun menjadi satu condition precedenct agar perjanjian homologasi dapat ditandatangani pada Juni lalu," ungkapnya.

Garuda Indonesia juga diproyeksi dapat menyumbang pajak tidak langsung senilai US$7,28 dan menambah Produk Domestik Bruto (PDB) hingga US$725,59 per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia giaa maskapai penerbangan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top